Hari Santri Nasional: 25 Istilah Pesantren yang Sering Digunakan, Mulai Ndalem Sampai Ghosob

admin.aiotrade 21 Okt 2025 3 menit 35x dilihat
Hari Santri Nasional: 25 Istilah Pesantren yang Sering Digunakan, Mulai Ndalem Sampai Ghosob
Hari Santri Nasional: 25 Istilah Pesantren yang Sering Digunakan, Mulai Ndalem Sampai Ghosob

Istilah-Istilah yang Sering Digunakan di Pondok Pesantren

Santri akan segera memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober. Dalam perayaan ini, banyak istilah-istilah khas pesantren yang sering mengundang rasa nostalgia bagi para santri. Istilah-istilah ini tidak hanya digunakan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga bisa menjadi referensi bagi santri baru atau keluarga yang ingin mengirimkan anaknya ke pesantren. Berikut adalah 25 istilah yang umum digunakan dalam lingkungan pondok pesantren:

  1. Sorogan
    Sorogan merupakan metode mengaji secara langsung dengan guru, ustadz, atau kiai. Santri membaca kitab, sementara guru mendengarkan dan memberikan koreksi jika ada kesalahan. Metode ini biasanya digunakan di pesantren berbasis kitab salaf.

    AioTrade Autopilot
    🔥 SPONSOR

    TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

    Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
    (Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

    Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
    CARA KERJA (Real)
    • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
    • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
    • Profit 1 siklus = 1.2%
    • Mengulang selama market bergerak
    KEUNGGULAN UTAMA
    • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
    • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
    • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
    • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
  2. Bandongan
    Bandongan adalah cara ngaji secara berjamaah. Semua santri berkumpul, membawa kitab masing-masing, dan hanya mendengarkan penjelasan dari satu guru yang berada di depan.

  3. Simakan
    Simakan adalah metode hafalan yang dilakukan dengan bantuan teman atau guru. Jika ada kesalahan, maka akan diperbaiki. Contoh simakan meliputi Al-Qur’an, Alfiyah, atau Nadzom Imrithi.

  4. Matan
    Matan merujuk pada kitab yang sudah memiliki syarah (penjelasan). Misalnya, dalam kitab Maroqil ‘Ubudiyyah terdapat matan kitab Bidayatul Hidayah.

  5. Syarah
    Syarah adalah penjelasan lebih lanjut dari kitab matan. Penjelasan ini sering kali disertai contoh agar lebih mudah dipahami.

  6. Ayatan
    Ayatan adalah kegiatan membaca Al-Qur’an bergantian dalam satu majelis. Setiap orang membaca satu ayat, lalu bergantian dengan yang lain.

  7. Muqoddaman
    Muqoddaman adalah khataman Al-Qur’an bersama untuk memohon barokah dari Allah SWT.

  8. Bustelan / Kiriman / Cairan / Sambangan
    Ini adalah momen ketika orang tua atau wali santri menjenguk dan membawa makanan. Biasanya, setelah orang tua pulang, santri lainnya akan menandai dengan kode "egheem egheem" agar jajanan segera dihidangkan.

  9. Mayoran
    Mayoran adalah acara makan-makan yang diselenggarakan oleh santri yang baru saja mendapatkan momen penting seperti khatam Al-Qur’an atau juara lomba.

  10. Ta’ziran
    Ta’ziran adalah bentuk hukuman bagi santri yang melanggar aturan, seperti kerja bakti, dipajang di tempat ramai, atau membersihkan WC.

  11. Ro’an
    Ro’an adalah kerja bakti yang dilakukan di pondok pesantren, seperti membersihkan lingkungan atau WC.

  12. Gus dan Ning
    Gus dan Ning adalah sebutan bagi keturunan kiai. Mereka harus dihormati oleh para santri karena merupakan keturunan pengasuh pesantren.

  13. nDalem
    nDalem adalah rumah kiai atau pengasuh pesantren. Keluarga nDalem sangat dihormati oleh para santri.

  14. Ghosob
    Ghosob adalah meminjam barang tanpa izin pemiliknya, seperti sendal atau gayung.

  15. Boyong
    Boyong adalah sebutan bagi santri yang keluar dari pondok, biasanya setelah menyelesaikan studi atau bekerja di luar kota.

  16. Setoran
    Setoran adalah proses menyetorkan hafalan kepada guru. Ini mirip dengan simakan, tetapi lebih fokus pada target hafalan.

  17. Muroja’ah
    Muroja’ah adalah kegiatan mengulang pelajaran atau hafalan yang telah dipelajari.

  18. nDeres
    nDeres adalah kegiatan menambah atau mengulang hafalan agar tidak lupa. Bisa juga berarti membaca Al-Qur’an.

  19. Nambal
    Nambal Kitab adalah melengkapi makna kitab yang kosong karena tidak masuk ngaji atau tidur saat ngaji.

  20. Imtihan
    Imtihan adalah ujian yang biasanya dilaksanakan di akhir tahun.

  21. Akhirus Sanah
    Akhirussanah adalah acara pesantren yang diadakan di akhir tahun.

  22. Lalaran
    Lalaran adalah kegiatan membaca syair atau nadhom secara bersama-sama, umumnya dilagukan.

  23. Jam’iyyah
    Jam’iyyah adalah acara sholawatan yang dilaksanakan setiap malam Jum’at.

  24. Rihlah
    Rihlah adalah perjalanan wisata religi sebagai bentuk rekreasi akhir tahun.

  25. Santri Kalong
    Santri Kalong adalah santri yang tidak menginap di asrama, tetapi ikut kegiatan pondok.



Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan