
Kasus Uang Salah Transfer di Surabaya yang Tidak Dikembalikan
Sebuah kasus uang salah transfer terjadi di Kota Surabaya, yang menimpa seorang pemilik toko material bernama Alin Chandra. Peristiwa ini berawal pada 27 September 2024, ketika Alin ingin mentransfer uang kepada rekan bisnisnya bernama Hariyanto. Namun, kesalahan terjadi ketika anak Alin, Michael Chandra, melakukan transfer melalui aplikasi mobile banking.
Alin sebelumnya pernah memesan makanan masakan Tionghoa dari usaha milik Harianto, yang dikenal dengan nama Fufuk Wong. Kesalahan transfer baru diketahui setelah rekan bisnis Alin memberitahu bahwa dana belum diterima. Saat itu, Alin menyadari bahwa uang sebesar Rp 118,5 juta telah dikirim ke rekening Harianto.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Setelah memeriksa bukti transaksi, Alin berusaha meminta pengembalian dana. Namun, Harianto disebut menghindar dan bahkan memblokir nomor telepon Alin. Pemberitahuan dari bank juga diabaikan. “Setelah saya minta uang saya kembali, nomor saya malah diblokir,” ungkap Alin saat bersaksi di hadapan majelis hakim pada Kamis (18/12).
Dalam surat dakwaan, Jaksa Penuntut Umum I Nyoman Darma Yoga menyatakan bahwa dana tersebut digunakan Harianto untuk kebutuhan pribadi, pengisian saldo dompet digital, dan aktivitas trading. “Sekitar Rp100 juta dihabiskan untuk trading Argo Dana,” jelas jaksa.
Harianto, yang tinggal di Pecindilan, Kecamatan Genteng, Surabaya, juga diketahui pernah menjalani hukuman penjara selama 1 tahun 8 bulan karena kasus penggelapan. Di pengadilan, ia membantah mengetahui adanya kesalahan transfer. Menurutnya, ia tidak bisa mengembalikan dana karena tidak mengetahui nomor telepon pemilik uang asli. “Saya tidak tahu nomornya, jadi tidak bisa mengembalikan,” ujarnya.
Cerita Lain yang Viral
Selain kasus di Surabaya, ada juga kisah serupa yang viral di media sosial. Seorang pemuda di Jakarta panik karena salah transfer Rp 3,5 juta. Padahal, ia hanya dimaksudkan untuk membayar Rp 35 ribu. Curhatannya pun viral di media sosial.
Peristiwa ini menjadi berita viral setelah dibagikan melalui akun X @bacottetangga__, Selasa (30/7/2024). Dalam video, tampak seorang pemuda di Jakarta yang baru saja keluar dari warteg sembari memegangi kantong plastik. Saat hendak meninggalkan lokasi, pemuda tersebut baru saja menyadari bahwa dirinya telah melakukan kesalahan ketika melakukan pembayaran via non tunai.
Membeli makanan seharga Rp 35 ribu, pemuda tersebut tanpa sengaja memencet angka 0 yang berlebihan hingga menaikan jumlah transfer sebanyak Rp 3,5 juta. “Gua tf tiga setengah juta,” ucapnya panik, melansir dari BanjarmasinPost. Ia pun bergegas kembali masuk ke dalam warteg untuk meminta pengembalian kelebihan transfer kepada penjaga warung makan itu.
Namun sayangnya pemuda tersebut kurang mendapat perhatian dari penjaga warteg. “Coba minta refund sama abangnya gak ditanggepin,” tambahnya lagi. Setelah menjelaskan kronologis kejadian, uang pemuda tersebut pun akan dikembalikan namun harus menunggu selama 7 hari terlebih dahulu. “Gabisa di refund anjir harus nunggu 7 hari dari hari ini,” terangnya lagi. Akibat kejadian yang menimpanya, pemuda yang juga merupakan anak kos itu pun harus berhemat selama kurang lebih satu minggu.