
aiotrade, JAKARTA — PT Harimas Tunggal Perkasa, sebagai pemegang saham pengendali PT Impack Pratama Industri Tbk., melakukan penjualan besar-besaran terhadap kepemilikan sahamnya di emiten produsen barang plastik yang memiliki kode saham IMPC.
Berdasarkan laporan kepemilikan saham di atas 5% di Bursa Efek Indonesia (BEI), Harimas Tunggal Perkasa tercatat melepas sebanyak 411,5 juta lembar saham IMPC dengan harga transaksi sebesar Rp3.160 per lembar. Dengan demikian, perusahaan tersebut berhasil mengantongi dana sekitar Rp1,3 triliun dari transaksi penjualan saham IMPC yang dilakukan pada Rabu (24/12/2025).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dalam laporannya, manajemen Harimas Tunggal Perkasa menyebutkan bahwa tujuan dari aksi penjualan saham IMPC adalah untuk merealisasi investasi dan meningkatkan free float atau porsi investor publik. Setelah transaksi tersebut, Harimas Tunggal Perkasa tercatat memiliki sebanyak 19,54 miliar lembar saham IMPC atau setara dengan 35,60%, sedangkan sebelumnya mereka menggenggam 19,95 miliar lembar saham atau sekitar 36,35%.
Beberapa hal penting yang perlu diketahui tentang kebijakan BEI:
-
Perubahan aturan free float
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang menyiapkan perombakan besar terhadap kerangka free float di BEI. Usulan yang diajukan adalah kenaikan batas minimum dari 7,5% menjadi kisaran bertingkat antara 10% hingga 15%, tergantung pada kapitalisasi pasar perusahaan. Dalam jangka panjang, regulator menargetkan peningkatan ambang batas ini hingga 25%, agar BEI lebih selaras dengan standar likuiditas global. -
Peningkatan standar IPO
Standar Initial Public Offering (IPO) juga akan diperketat. Emitter yang lebih kecil kemungkinan akan diwajibkan melepas setidaknya 20% sahamnya ke publik dan mempertahankan tingkat tersebut selama tahun pertama perdagangan.
Selain itu, Impack Pratama Industri baru saja menyelesaikan aksi korporasi berupa penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement dengan capaian dana mencapai Rp486 miliar. Dana segar hasil aksi korporasi tersebut akan digunakan untuk belanja modal, modal kerja, dan pelunasan utang bank, sebagai bagian dari strategi penguatan struktur keuangan dan peningkatan kapasitas produksi.
Adapun pihak-pihak yang melakukan penyetoran dana dalam aksi korporasi tersebut adalah:
- Field Tree Limited sebesar Rp49 miliar
- PT Ranca Maya Raya sebesar Rp154 miliar
- Kaddara Pte. Ltd sebesar Rp284 miliar
Dengan adanya penyetoran dana tersebut, jumlah saham perseroan naik dari 54,3 miliar saham menjadi 54,9 miliar saham.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. aiotrade tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.