Kemunculan Harimau Sumatera di Area Kantor BRIN Memicu Kekhawatiran
Kemunculan Harimau Sumatera di areal kantor Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, telah memicu kekhawatiran masyarakat setempat. Kejadian ini terjadi setelah harimau muda yang diperkirakan masih berusia dua tahun masuk ke kantor tersebut. Dugaan sementara menyebutkan bahwa hewan tersebut masuk ke area kantor setelah mengejar seekor anjing.
Harimau Sumatera tersebut diduga terpisah dari kawanannya, sehingga tersesat ke lokasi kantor BRIN. Untuk mengantisipasi risiko yang mungkin terjadi, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Barat (BKSDA Sumbar) sudah menerjunkan tim untuk melakukan pemantauan terhadap keberadaan harimau tersebut.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Kami sudah berkoordinasi dengan pimpinan BRIN untuk meminta karyawan mereka agar tidak beraktivitas di luar ruangan," kata Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar Ade Putra di Lubuk Basung, Rabu (15/10/2025) malam.
Tim Pemantau Terlibat dalam Upaya Penanggulangan
Dalam melakukan pemantauan dan tracking keberadaan anak harimau ini, beberapa lembaga dan komunitas lokal turut terlibat. Di antaranya adalah Centre for Orangutan Protection (COP), Tim Patroli Anak Nagari (Pagari) Pasia Laweh, Pagari Baring, Pagari Salareh Aia, serta mahasiswa Kehutanan Universitas Negeri Riau (UNRI).

Untuk memastikan keamanan warga sekitar, BKSDA mengimbau masyarakat untuk sementara waktu menghentikan aktivitasnya di ladang. Selain itu, pihak terkait juga melakukan evakuasi terhadap satu keluarga yang tinggal di dekat lokasi kemunculan harimau tersebut.
"Usai warga menghentikan kegiatan di kebun, kami langsung melakukan pemantauan di lokasi untuk mencari keberadaan satwa tersebut," tambah Ade Putra.
Populasi Harimau Sumatera yang Terancam
Kemunculan Harimau Sumatera di kantor BRIN Sumatera Barat yang beralamat di Koto Tabang, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuh, Agam, Sumatera Barat membuat warga resah. Namun, pihak BKSDA langsung menerjunkan tim untuk melakukan pemantauan.
Populasi Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) saat ini sedang terdesak. Berdasarkan data yang ada pada tahun 2025, populasi harimau ini diperkirakan kurang dari 600 individu yang masih hidup di alam liar.
Data dari Taman Nasional Tesso Nilo dan pemantauan di Provinsi Bengkulu pada periode 2020–2025 menunjukkan terdapat sekitar 42 individu harimau yang terdeteksi di bentang alam Bengkulu.

Harimau Sumatera tersebar di berbagai kawasan hutan di Pulau Sumatera, terutama di Pegunungan Bukit Barisan, Taman Nasional Kerinci Seblat, dan beberapa kawasan konservasi lainnya. Populasi ini mengalami tekanan berat dari ancaman perburuan liar, hilangnya habitat akibat perambahan hutan dan aktivitas manusia, serta konflik dengan manusia.
Meskipun ada upaya konservasi yang berjalan dan indikasi peningkatan lokal di beberapa wilayah, secara keseluruhan populasi harimau ini masih tergolong kritis dan terus berisiko mengalami penurunan jika perlindungan habitat dan penegakan hukum tidak dilakukan secara konsisten.