
Pengakuan atas Kebijakan Purbaya oleh Anggota DPD
Ali Alwi, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Komite IV, memberikan apresiasi terhadap keberanian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam menjalankan tugasnya. Ia menilai bahwa Purbaya memiliki pendekatan yang tegas dan berani dalam mengambil kebijakan, meskipun hal tersebut juga membuatnya mendapat peringatan dari beberapa pihak.
Dalam rapat bersama Menteri Keuangan, Ali Alwi bahkan sempat memperingatkan Purbaya untuk tetap waspada dalam menjalankan tugasnya. Menurutnya, Purbaya yang baru beberapa bulan menjabat setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto, telah menunjukkan sikap yang luar biasa.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Beberapa bulan belakangan ini, kami semua cukup salut, dan kami berdoa semoga Bapak tetap istiqomah,” ujar Habib Ali Alwi. Ia menegaskan bahwa keberanian Purbaya dalam menjalankan tugasnya layak diapresiasi, meskipun situasi yang dihadapi sangat kompleks.
Ali Alwi juga memberikan pesan penting kepada Purbaya agar tetap berpihak pada kepentingan rakyat dalam setiap kebijakan yang diambil. “Kita ini orang luar yang melihat ke dalam. Harapan kami, Bapak bijaksana kepada rakyat,” tambahnya.
Harta Kekayaan Ali Alwi
Sebagai anggota legislatif sejak tahun 1999, harta kekayaan Ali Alwi tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Ia melaporkan asetnya pada 28 Maret 2025. Berikut rincian harta kekayaannya:
A. Tanah dan Bangunan
- Bangunan seluas 163 m² di Kabupaten/Kota Tangerang Selatan, hasil sendiri: Rp. 1.200.000.000
- Tanah dan bangunan seluas 7.608 m²/4.000 m² di Kabupaten/Kota Tangerang Selatan, hibah tanpa akta: Rp. 5.000.000.000
B. Alat Transportasi dan Mesin
- Mobil Mercedes Benz Sedan tahun 1995, hasil sendiri: Rp. 70.000.000
- Motor Honda Sepeda Motor tahun 2014, hasil sendiri: Rp. 16.000.000
- Mobil Toyota Harrier Jeep tahun 2004, hasil sendiri: Rp. 233.000.000
C. Harta Bergerak Lainnya
- Total: Rp. 211.000.000
D. Surat Berharga
- Total: Rp. ----
E. Kas dan Setara Kas
- Total: Rp. 267.601.073
F. Harta Lainnya
- Total: Rp. ----
Sub Total: Rp. 6.997.601.073
Hutang: Rp. ----
Total Harta Kekayaan (II-III): Rp. 6.997.601.073
Rekam Jejak Ali Alwi
Ali Alwi lahir di Ambon pada tanggal 2 September 1967. Ia menempuh pendidikan S1 di IAIN Syarif Hidayatullah yang kini menjadi UIN Syarif Hidayatullah. Selanjutnya, ia melanjutkan studinya di STIA YAPPANN.
Sebelum bergabung dengan DPD RI, Ali Alwi memiliki pengalaman sebagai wakil rakyat. Ia pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Tangerang periode 1999–2004. Kemudian, ia kembali menjadi anggota DPRD Provinsi Banten periode 2004–2009.
Di tahun 2014–2019, Ali Alwi menjabat sebagai senator yang mewakili Provinsi Banten di kursi DPD RI. Di tahun 2025, ia kembali terpilih sebagai senator.
Purbaya Meminta Maaf dan Menegaskan Kebijakan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta maaf kepada kementerian dan pemerintah daerah karena telah memangkas anggaran mereka. Namun, ia juga menegaskan bahwa anggaran yang diberikan dari pusat seharusnya digunakan secara maksimal.
Purbaya menyampaikan pernyataannya saat rapat dengan DPD di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada Senin (3/11/2025). Ia menegaskan bahwa tujuannya adalah agar daerah dan kementerian bekerja dengan benar.
“Jadi kalau ada daerah yang tersinggung, saya mohon maaf, tapi ya kerja yang benar lah. Habisin itu duit. Kita manfaatkan maksimalkan uang yang ada,” ujarnya.
Purbaya juga menyampaikan bahwa dirinya tidak ingin dianggap mengintervensi kebijakan kementerian lain. Ia hanya mendorong mereka memanfaatkan anggaran yang ada.
“Saya enggak intervensi kebijakan, saya hanya datang ke mereka, 'program Anda apa? Habisin uangnya. Apa yang bisa saya bantu?'” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa jika uang tidak digunakan, maka akan timbul biaya bunga. Selain itu, ekonomi yang sedang sulit juga tidak akan berkembang.