Nasib Bupati Pati Sudewo Dipertaruhkan
Bupati Pati, Sudewo, kini berada di bawah sorotan publik setelah kebijakannya menaikkan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen. Keputusan ini memicu protes dari masyarakat dan mengundang perhatian DPRD Pati untuk membentuk Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket.
Pansus tersebut telah menjalani masa kerjanya selama lebih dari dua bulan dan kini sedang dalam tahap penyimpulan. Hasilnya akan dibawa ke rapat paripurna DPRD Pati untuk ditentukan apakah pemakzulan Bupati Sudewo akan direkomendasikan atau tidak.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin, menyatakan bahwa rapat paripurna akan digelar pada Jumat, 31 Oktober 2025. Dalam rapat tersebut, para anggota dewan akan memutuskan apakah akan merekomendasikan pemakzulan Bupati Sudewo ke Mahkamah Agung (MA) atau tidak.
"Kalau itu dilanjutkan dan disepakati, kalau teman-teman DPRD meminta hak untuk menyatakan pendapat berarti dilanjutkan hak menyampaikan pendapat," ujar Ali. Ia juga menegaskan bahwa DPRD Pati tidak akan mengambil keputusan dalam tekanan atau paksaan dari pihak mana pun.
Harta Kekayaan Bupati Sudewo
Selain isu pajak, kekayaan Bupati Sudewo juga menjadi sorotan. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Sudewo melaporkan kekayaannya pada 11 April 2025. Total kekayaannya mencapai Rp31.519.711.746 (Rp31,5 miliar). Kekayaan ini terdiri dari berbagai aset seperti tanah dan bangunan, kendaraan, serta surat berharga.
Beberapa aset yang dimiliki oleh Sudewo antara lain: 1. Mobil, Toyota Innova Minibus Tahun 2013, Hasil Sendiri Rp120.000.000. 2. Mobil, Toyota Harrier Jeep Tahun 2014, Hasil Sendiri Rp400.000.000. 3. Motor, Honda Beat Solo Tahun 2017, Hasil Sendiri Rp4.000.000. 4. Motor, Suzuki TS125 Tahun 2004, Hasil Sendiri Rp25.000.000. 5. Mobil, Mitsubishi Pajero Sport Jeep Tahun 2019, Hasil Sendiri Rp287.050.000. 6. Mobil, BMW X5 Tahun 2023, Hasil Sendiri Rp1.900.000.000. 7. Mobil, Toyota Alphard Tahun 2024, Hasil Sendiri Rp1.700.000.000. 8. Mobil, Toyota Land Cruiser Tahun 2019, Hasil Sendiri Rp1.900.000.000.
Sudewo juga memiliki aset harta bergerak lainnya sebesar Rp795.000.000, surat berharga senilai Rp5.397.500.000, serta kas dan setara kas sebesar Rp1.960.276.746. Ia tidak memiliki utang.
Profil Bupati Sudewo
Sudewo adalah Bupati Pati dari Partai Gerindra. Ia lahir dan tumbuh di Pati, Jawa Tengah. Ia menempuh pendidikan S-1 di Universitas Sebelas Maret (UNS) pada tahun 1993 dan melanjutkan studi S-2 di bidang Teknik Pembangunan di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.
Karirnya dimulai sebagai karyawan di PT Jaya Construction pada 19931994. Setelah lulus kuliah, ia juga pernah bekerja sebagai pegawai honorer di Departemen Pekerjaan Umum Proyek Peningkatan Jalan dan Jembatan Bali. Pada 1997, ia diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) di Departemen Pekerjaan Umum Kanwil Jawa Timur dan kemudian menjadi PNS di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Karanganyar.
Sudewo sempat menjadi wiraswasta selama 3 tahun sebelum bergabung dengan Partai Demokrat. Ia terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI untuk periode 20092013. Pada 2019, ia kembali melenggang ke Senayan melalui Fraksi Partai Gerindra.
Pada Pilkada Pati 2024, Sudewo berhasil terpilih sebagai Bupati Pati bersama Wakil Bupati Risma Ardhi Chandra. Sebelumnya, ia pernah mencalonkan diri sebagai Bupati Karanganyar pada 2002, namun gagal terpilih.
Riwayat Organisasi
Sudewo aktif dalam berbagai organisasi. Beberapa posisi yang pernah ia jabat antara lain: - Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Sebelas Maret (1991) - Ketua Keluarga Besar Marhaenis (2000) - Wakil Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (2001) - Koordinator Timses Pilkada Pacitan (2005) - Anggota Dewan Penasehat Fokerdesi (2007) - Koordinator Timses Pilgub Jawa Tengah (2008) - Ketua Bidang Pemberdayaan Organisasi DPP Partai Gerindra (2019sekarang)
Rekomendasi Pemakzulan atau Tidak
Pansus Hak Angket saat ini sedang dalam tahap penyimpulan. Hasil kesimpulan tersebut akan dibawa ke rapat paripurna untuk ditentukan apakah DPRD Pati akan merekomendasikan pemakzulan Bupati Sudewo atau tidak.
Endah Sri Wahyuningati, anggota Pansus Hak Angket, mengatakan bahwa proses dan mekanisme telah dilakukan sesuai aturan. "Saat ini memasuki tahap penyimpulan dan nanti akan menuju ke paripurna," ujarnya.
Ia berharap masyarakat bisa menerima apa pun hasil dari Pansus. "Karena itulah hasil dari proses yang sama-sama kita ikuti selama ini, termasuk di media. Semoga ini menjadi suatu keputusan yang terbaik untuk Kabupaten Pati," harap dia.
Polisi Ajak Warga Hormati Hasil Pansus
Wakapolresta Pati, AKBP Petrus Parningotan Silalahi, mengimbau masyarakat untuk menghormati apa pun hasil pembahasan Pansus Hak Angket DPRD Pati. Entah nantinya Pansus merekomendasikan pemakzulan Bupati Sudewo atau sebaliknya, dia berharap masyarakat bisa menerimanya dengan lapang dada.
Rapat Pansus masih bergulir dan puncaknya adalah nanti sidang paripurna. Kami harap setiap lapisan masyarakat, dari aliansi apa pun, yang menyatakan diri kontra maupun pro (terhadap bupati), tolong dihargai, hormati, patuh hukum, nanti putusannya seperti apa tolong dihormati, ujar dia.
Petrus menambahkan, pihaknya terus berupaya mengedukasi masyarakat agar tertib dan patuh hukum serta bersama-sama menjaga kondusivitas. Tanpa peran aktif masyarakat, polisi tidak akan bisa menciptakan suasana kamtibmas yang kondusif seperti harapan masyarakat. Maka Kami mengimbau masyarakat untuk sama-sama menjaga kondusivitas. Apa pun pilihan kita, bagaimana pun keinginan kita, tolong hormati apa pun nantinya hasil Pansus, tegas dia.
Viral Usai Naikkan PBB 250 Persen
Sosok Sudewo viral setelah kebijakannya menaikkan PBB hingga 250 persen. Akibatnya ketegangan di Kabupaten Pati terkait kebijakan Bupati Sudewo terus meningkat. Ribuan warga tengah bersiap menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran pada 13 Agustus 2025, sebagai bentuk penolakan terhadap rencana kenaikkan PBB-P2 sebesar 250 persen.
Ketegangan sempat memuncak pada Selasa (5/8/2025), ketika Satpol PP Pati mendatangi posko donasi logistik aksi yang berada di sisi barat Kantor Bupati, tepat di bawah proyek pembangunan videotron. Petugas meminta agar posko dipindahkan ke lokasi lain, dengan dalih area tersebut akan digunakan untuk persiapan Hari Jadi ke-702 Kabupaten Pati dan HUT ke-80 RI.
Namun, permintaan itu ditolak tegas oleh Ahmad Husein, inisiator aksi, yang langsung adu mulut dengan Plt Sekda Pati, Riyoso, dan Plt Kasatpol PP, Sriyatun. Kalau kami tidak boleh di sini, Sudewo suruh pulang saja. Saya di sini sudah izin, teriak Husein.

