
Indonesia Menegaskan Komitmen untuk Aksi Iklim yang Inklusif dan Ambisius
Utusan Khusus Presiden RI untuk Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, menyampaikan pesan kuat dari Indonesia dalam Leaders Summit di KTT Iklim COP30 yang berlangsung di Belem, Brasil. Ia menekankan bahwa negara ini kembali memperkuat komitmennya untuk mengambil tindakan nyata terhadap perubahan iklim.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Indonesia datang ke Belem dengan pesan yang jelas: inisiatif yang kuat untuk meningkatkan komitmen iklim nasional kami dan kesiapan untuk bekerja sama dengan negara-negara demi aksi iklim yang nyata, inklusif, dan ambisius," ujar Hashim saat berbicara di Belem, Brasil, pada Kamis (6/11).
Hashim memimpin delegasi Indonesia dalam Leaders Summit yang menjadi bagian dari rangkaian acara COP30. Ia menjelaskan bahwa ia mewakili Presiden Prabowo Subianto yang tidak dapat hadir dalam konferensi tersebut.
Komitmen Net Zero Emission dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
Hashim menyebutkan bahwa Presiden Prabowo telah menegaskan kembali komitmen Indonesia terhadap Perjanjian Paris, yaitu mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada 2060 atau lebih cepat. Hal ini sejalan dengan pernyataannya dalam Sidang Umum PBB beberapa waktu lalu.
Selain itu, Indonesia juga berkomitmen untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan sebesar 8%. Strategi ini tercermin dalam Second Nationally Determined Contribution (SNDC), yang menetapkan batas emisi karbon dioksida sebesar 1,2 Gigaton CO2e pada skenario rendah dan 1,5 Gigaton CO2e pada skenario tinggi pada 2035.
Pengembangan Energi Terbarukan dan Teknologi Bersih
Pada pertemuan para pemimpin dunia tersebut, Hashim juga menggarisbawahi rencana Indonesia untuk meningkatkan bauran energi terbarukan menjadi 23% dari total bauran energi nasional pada 2030. Ini termasuk pengembangan teknologi lainnya seperti energi nuklir sebagai bagian dari transisi energi bersih.
FOLU Net Sink sebagai Pilar Utama
Salah satu pilar utama strategi penurunan emisi karbon adalah program Forestry and Other Land Uses (FOLU) Net Sink. Program ini bertujuan untuk menurunkan 180 juta ton karbon pada 2030. Pemerintahan Presiden Prabowo juga memperluas mandat untuk penggunaan biodiesel dan bioetanol sebagai bagian dari transisi energi bersih.
"Strategi ini bukan hanya memperkuat ketahanan energi kami tetapi juga memastikan transformasi energi ini menguntungkan semua pihak," kata Hashim.
Regulasi Pendukung dan Dukungan untuk TFFF
Hashim juga menyebutkan penerbitan dua regulasi penting, yaitu Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang Waste to Energy dan Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang Nilai Ekonomi Karbon. Kedua regulasi ini menjadi dasar bagi kerangka kerja pembiayaan dekarbonisasi dan pengelolaan gas rumah kaca.
Selain itu, Indonesia mendukung Tropical Forest Forever Facility (TFFF), sebuah inisiatif pendanaan untuk hutan tropis yang diajukan oleh Brasil dengan target pendanaan US$ 125 miliar. Indonesia berkomitmen akan memberikan pendanaan sebesar US$ 1 miliar untuk TFFF, sesuai dengan komitmen Brasil.
Penurunan Deforestasi dan Investasi dalam Perlindungan Satwa Liar
Hashim juga menyebutkan bahwa tingkat deforestasi di Indonesia telah turun ke level terendah dalam 20 tahun terakhir. Angka ini mencerminkan penurunan sebesar 75% dari tingkat deforestasi pada 2019.
"Kami juga berinvestasi pada perlindungan satwa liar dengan mengembangkan koridor gajah dan program konservasi berbasis masyarakat yang bekerja sama dengan mitra internasional dan lokal," ujarnya.
Leaders Summit yang diselenggarakan pada 6-7 November 2025 merupakan pertemuan pendahuluan untuk COP30. Delegasi Indonesia yang hadir dalam pertemuan ini selain Hashim adalah Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq.