
Kondisi Ruang Ganti AC Milan Pasca Hasil Imbang Lawan Pisa
Gelandang AC Milan, Samuele Ricci, mengungkapkan bahwa suasana di ruang ganti timnya tidak terlalu baik setelah pertandingan melawan Pisa berakhir imbang 2-2. Hasil ini menjadi kekecewaan bagi pemain dan pelatih karena AC Milan memiliki banyak peluang untuk meraih kemenangan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pertandingan antara AC Milan vs Pisa digelar di Stadion San Siro pada Jumat (24/10/2025) atau Sabtu dini hari WIB. Tim tuan rumah nyaris kalah ketika masih tertinggal 1-2 sebelum laga memasuki masa injury time. Meskipun sempat unggul 1-0 berkat gol Rafael Leao pada menit ke-7, AC Milan harus berbalik ketinggalan setelah kemasukan gol Juan Cuadrado (60' pen.) dan Mbala N'Zola (86').
Bek sayap asal Swiss, Zachary Athekame, akhirnya menjadi penyelamat AC Milan dari kekalahan dengan mencetak gol pada menit ke-90+3, yang menjadikan skor akhir 2-2. Namun, hasil ini tidak cukup untuk memuaskan para pemain.
Kekesalan dan Evaluasi dari Samuele Ricci
“Suasana tidak terlalu baik, kami kecewa karena kami memiliki peluang besar,” ujar Samuele Ricci saat ditanya tentang kondisi ruang ganti usai pertandingan melawan Pisa. Ia juga menambahkan, “Ini adalah pertandingan yang membuat kami merenung. Kami tidak sempurna sebelumnya, jadi kami harus meningkatkan permainan.”
Menurut situs Lega Serie A, AC Milan melepas total 19 tembakan dalam pertandingan ini, namun hanya tujuh yang mengarah ke gawang. Sementara itu, Pisa yang dilatih oleh Alberto Gilardino hanya memproduksi delapan percobaan.
“Tidak ada yang terjadi. Ini adalah hal yang perlu diperbaiki, bagian dari mentalitas. Di babak pertama, kami bisa bermain jauh lebih baik, kami kurang konkret,” kata Ricci. Ia juga menyinggung bahwa timnya tidak punya waktu untuk terlalu lama memikirkan hasil ini, karena sudah ada pertandingan berikutnya kontra Atalanta pada pekan kesembilan.
Strategi Pisa yang Mengganggu Permainan Milan
Pendekatan Pisa dalam pertandingan ini membuat AC Milan kesulitan. Alberto Gilardino menerapkan penjagaan satu lawan satu terhadap personel Rossoneri. Hal ini menyebabkan penggawa Milan kesulitan mencari ruang. Beberapa kali terlihat dua gelandang Milan, yakni Ricci dan Luka Modric, sampai perlu bertukar posisi.
Pertukaran posisi tersebut diharapkan bisa mengacaukan skema man-to-man marking dari Pisa. “Ketika sebuah tim melakukan penjagaan ketat terhadap Anda, Anda tidak boleh memberikan referensi posisi,” ujar Ricci.
Ia juga menjelaskan bahwa Luka sering dijaga secara ketat, sehingga dia lebih suka berpindah posisi dan Ricci harus menutupi posisinya. “Itu adalah aspek-aspek yang kami latih dalam latihan. Kemudian hari ini kami sedikit kehilangan keteraturan di babak kedua, dan ini menyebabkan kami kebobolan gol,” tambahnya.
Kesimpulan
Hasil imbang melawan Pisa menjadi pembelajaran berharga bagi AC Milan. Meski memiliki banyak peluang, tim ini masih perlu meningkatkan konsistensi dan strategi dalam pertandingan. Samuele Ricci dan rekan-rekannya harus segera bangkit untuk menghadapi pertandingan selanjutnya, terutama menghadapi Atalanta. Dengan evaluasi yang tepat, AC Milan dapat memperbaiki performa dan kembali menunjukkan kekuatannya di Liga Italia.