
Gregoria Mariska Tunjung, tunggal putri Indonesia, juga kalah dari wakil Taiwan pada hari pembuka Kumamoto Masters 2025. Pertandingan babak 32 besar ini berlangsung pada Rabu (12/11/2025) di Kumamoto Prefectural Gymnasium, Jepang.
Pertandingan dimulai dengan serangan yang cukup mengejutkan dari Hung. Satu poin pertama berhasil diraih oleh wakil Taiwan tersebut, 1-0. Meski sempat tertinggal 1-2, Gregoria mulai menemukan ritmenya. Pebulu tangkis asal Wonogiri tersebut berhasil unggul jauh, 5-2, setelah memperoleh tiga poin beruntun.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Sayangnya, tren poin wakil Merah-Putih harus terputus karena kesalahan sendiri. Berniat menaruh bola ke belakang, pukulan Gregoria malah jatuh di luar arena permainan, 5-3. Perlahan, Hung terus mendulang angka hingga situasi sama kuat, 5-5. Namun, Gregoria kembali mengungguli musuhnya tersebut sampai masa interval, 11-8.
Tertinggal di masa interval, Hung menunjukkan permainan yang solid. Defisit angka bisa dipangkasnya sampai berbalik unggul 14-13 lewat serangan kerasnya. Hung sempat membuka jarak keunggulan menjadi tiga angka, 17-14, memaksimalkan rentetan smes keras yang dia gencarkan.
Di satu sisi, Gregoria yang butuh poin malah membuat kesalahan sendiri seperti pukulan menyangkut net di poin, 14-18. Gim pertama akhirnya diamankan oleh Hung dengan skor 21-17. Poin penentuan didapatkan pebulu tangkis ranking 67 dunia itu menyusul pukulan Gregoria yang kembali tak menyebrang net.
Pada gim kedua, tunggal putri Indonesia balik menunjukkan tajinya. Permainan solid berupa netting tipis yang memaksa lawan melakukan pengembalian bola tanggung berbuah keunggulan 14-8. Sampai gim kedua bubaran, Gregoria tak terkejar dan menang cukup telak, 21-9.
Permainan memukau Gregoria berlanjut ke gim penentuan hingga unggul 11-8 pada masa interval. Hung sempat memperkecil kedudukan di angka 18-17 karena kesalahan tunggal putri Indonesia yang pukulannya terlalu lebar. Pertandingan akhirnya dimenangi Gregoria dengan skor 21-18 usai pukulan Hung menyangkut net.
Curi satu gim dari Gregoria, wakil-wakil Taiwan dari sektor tunggal putri tampil ulet pada turnamen super 500 kali ini. Sebelumnya, teror dihadirkan Sung Shuo Yun yang membuat kejutan besar. Tak tanggung-tanggung, Sung berhasil mengalahkan unggulan tuan rumah, Tomoka Miyazaki.
Kekalahan yang diderita Gregoria membuatnya senasib dengan Miyazaki. Kedua atlet Indonesia ini harus menerima kekalahan dari wakil Taiwan dalam ajang Kumamoto Masters 2025. Pertandingan ini menunjukkan bahwa persaingan di sektor tunggal putri sangat ketat, terutama dari para atlet Asia Tenggara.
Beberapa faktor yang memengaruhi hasil pertandingan antara lain strategi permainan, ketahanan mental, dan kemampuan dalam menghadapi tekanan. Gregoria dan Miyazaki, meskipun memiliki potensi besar, masih perlu meningkatkan performa mereka untuk bisa bersaing di level internasional.
Turnamen Kumamoto Masters 2025 akan menjadi ajang penting bagi para atlet bulu tangkis Indonesia. Dengan partisipasi banyak negara, kompetisi ini menjadi kesempatan baik untuk menguji kemampuan dan memperbaiki kekurangan. Performa Gregoria dan Miyazaki di babak awal menunjukkan bahwa ada ruang untuk berkembang, terutama dalam menghadapi lawan-lawan yang sangat kuat.
Selain itu, penampilan wakil-wakil Taiwan juga menjadi sorotan. Mereka menunjukkan kemampuan yang luar biasa dalam menghadapi atlet dari negara lain. Ini menunjukkan bahwa bulu tangkis Taiwan semakin berkembang dan bisa menjadi ancaman serius bagi negara-negara lain di Asia.
Dengan demikian, Kumamoto Masters 2025 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi momen penting untuk melihat perkembangan bulu tangkis di tingkat regional. Bagi atlet Indonesia, turnamen ini menjadi kesempatan untuk belajar, beradaptasi, dan meningkatkan kualitas permainan mereka agar bisa bersaing di level internasional.