
Tingkat Kepuasan Publik terhadap Kinerja Presiden Prabowo
Survei yang dilakukan oleh Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan bahwa sebanyak 77,7 persen publik menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto selama setahun pemerintahan. Hasil ini diumumkan dalam sebuah presentasi yang diselenggarakan melalui kanal YouTube Indikator Politik Indonesia pada hari Sabtu (8/11/2025). Survei ini dilakukan antara tanggal 20–27 Oktober 2025 dengan melibatkan 1.220 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode multistage random sampling.
Metode ini digunakan untuk memastikan distribusi responden yang proporsional terhadap populasi nasional. Margin of error survei ini adalah ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, sehingga hasilnya dapat dianggap sangat akurat. Dari total responden, 60,4 persen menyatakan cukup puas dan 17,3 persen mengaku sangat puas. Sementara itu, 20,8 persen merasa kurang atau tidak puas, dengan 19,8 persen kurang puas dan 1,0 persen tidak puas sama sekali. Sisanya, 1,5 persen, tidak memberikan jawaban.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Perbedaan Kepuasan Berdasarkan Gender dan Generasi
Analisis lebih lanjut menunjukkan adanya perbedaan tingkat kepuasan berdasarkan gender dan generasi. Responden laki-laki cenderung lebih puas dibandingkan perempuan. Sebanyak 81,4 persen laki-laki menyatakan sangat atau cukup puas, sedangkan pada responden perempuan angkanya adalah 73,9 persen. Di sisi lain, tingkat ketidakpuasan perempuan mencapai 24,0 persen, lebih tinggi dari 17,7 persen pada laki-laki.
Dari sisi kelompok usia, Generasi Z menunjukkan tingkat kepuasan tertinggi dengan 81,8 persen responden menyatakan sangat atau cukup puas. Disusul oleh Generasi Milenial (77,1 persen), Generasi X (75,8 persen), dan Baby Boomers+ (74,5 persen). Tingkat ketidakpuasan justru paling tinggi pada Generasi X sebesar 23,0 persen, sementara yang paling rendah ada pada Generasi Z (17,6 persen).
Alasan Publik Merasa Puas terhadap Kinerja Prabowo
Menurut hasil survei, alasan utama kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo adalah karena ia dinilai berhasil memberantas korupsi. Sebanyak 19,5 persen responden menyatakan hal ini sebagai alasan utama. Selain itu, 15,9 persen responden mengakui bahwa kinerja Presiden dinilai bagus dengan bukti nyata dari hasil kerjanya. Sementara itu, 12,8 persen menyebut sifat tegas, berwibawa, dan berani sebagai alasan kepuasan mereka.
Selanjutnya, 9,7 persen responden mengaku puas karena Presiden sering memberi bantuan kepada masyarakat, serta 8,0 persen menilai program makan bergizi gratis menjadi kebijakan yang paling dirasakan manfaatnya. Selain itu, 6,1 persen responden juga menyebut bahwa program kerja pemerintah di bawah Prabowo berjalan dengan baik dan terarah.
Faktor-faktor yang Menyebabkan Ketidakpuasan
Meski mayoritas publik menyatakan puas, survei juga mencatat alasan dari kelompok 20,8 persen responden yang merasa kurang atau tidak puas. Alasan paling dominan adalah persepsi bahwa belum ada bukti nyata kinerja Presiden, dengan 20,4 persen responden menyebut kinerja pemerintah belum terlihat atau tidak bagus. Alasan berikutnya adalah karena bantuan sosial dinilai tidak tepat sasaran atau belum merata, disebut oleh 14,1 persen responden.
Selain itu, 13,6 persen responden menilai program kerja Prabowo belum berjalan maksimal, sedangkan 8,1 persen menganggap kondisi ekonomi masih belum stabil atau bahkan memburuk. Beberapa responden juga menyebut korupsi masih terjadi (5,4 persen) serta banyak masalah nasional yang belum terselesaikan (5,0 persen).
Survei Elektabilitas Calon Presiden
Presiden Prabowo Subianto kembali menempati posisi teratas dalam survei elektabilitas calon presiden versi Indikator Politik Indonesia. Jika pemilihan umum digelar saat ini, Prabowo diprediksi unggul jauh dari nama-nama lain yang disimulasikan, dengan tingkat elektabilitas mencapai 46,7 persen. Posisi kedua ditempati oleh Dedi Mulyadi dengan elektabilitas 18,4 persen, disusul Anies Baswedan di urutan ketiga dengan 9 persen. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka belum mampu menembus tiga besar dan hanya meraih 4,8 persen dukungan.
Hasil Survei yang Lebih Luas
Dalam simulasi semi terbuka 25 nama calon presiden, Prabowo Subianto unggul 46,7 persen. Di bawah Prabowo, Dedi Mulyadi (Demul) menempati posisi kedua dengan elektabilitas 18,4 persen, disusul Anies Baswedan di urutan ketiga dengan 9 persen. Sementara Gibran Rakabuming Raka belum mampu menembus tiga besar, hanya meraih 4,8 persen. Nama-nama lain yang mencatat elektabilitas di kisaran 1–4 persen antara lain Agus Harimurti Yudhoyono (3,9persen), Ganjar Pranowo (3,7persen), Purbaya Yudhi Sadewa (1,5persen), Sherly Tjoanda (1,1persen), dan Khofifah Indar Parawansa (0,5persen). Adapun 7,6 persen responden menyatakan belum menentukan pilihan (TT/TJ).