Hasil Tes DNA Kerangka di Kwitang: Mirip Reno dan Farhan yang Hilang Usai Demo

admin.aiotrade 07 Nov 2025 3 menit 15x dilihat
Hasil Tes DNA Kerangka di Kwitang: Mirip Reno dan Farhan yang Hilang Usai Demo


Kepolisian telah mengungkap hasil tes DNA dari dua kerangka manusia yang ditemukan di kantor Astra Credit Companies (ACC), Kwitang, Jakarta Pusat. Hasil tes menunjukkan bahwa DNA kedua kerangka tersebut identik dengan Reno dan Farhan, dua individu yang dilaporkan hilang setelah aksi demonstrasi besar pada Agustus 2025 lalu.

M. Farhan Hamid dilaporkan hilang sejak 31 Agustus 2025, sementara Reno Syahputra Dewo dilaporkan hilang sejak 30 Agustus 2025. Karo Labdokkes Polri, Brigjen Sumy Hastry Purwanti, menyatakan bahwa hasil tes DNA Reno dan Farhan cocok dengan dua kerangka yang ditemukan.

AioTrade Autopilot
πŸ”₯ SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

β€œPost mortem cocok dengan ante mortem sehingga teridentifikasi sebagai Reno Syahputra Dewo. Post mortem cocok dengan ante mortem sehingga teridentifikasi sebagai Muhammad Farhan Hamid,” ujar Sumy dalam konferensi pers di RS Polri, Kramatjati, Jumat (7/11).

Sebelumnya, dua kerangka manusia ditemukan di Gedung ACC, Kwitang, Jakarta Pusat pada Kamis (30/10). Polisi menyatakan bahwa mereka menerima laporan dari pemilik gedung tentang penemuan dua kerangka tersebut.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, menjelaskan bahwa gedung tersebut pernah dibakar selama rangkaian aksi demonstrasi Agustus 2025 lalu. Ia menambahkan bahwa dua kerangka manusia itu baru ditemukan saat gedung akan dibersihkan karena akan direnovasi pada Kamis (30/10).

Proses Identifikasi Kerangka

Proses identifikasi ini melibatkan beberapa tahapan yang sangat ketat. Pertama-tama, tim forensik melakukan pemeriksaan fisik terhadap kerangka untuk memperoleh data dasar seperti usia, jenis kelamin, dan kondisi tubuh. Setelah itu, sampel DNA diambil dari tulang atau gigi untuk dibandingkan dengan data DNA korban yang sudah tersimpan dalam sistem.

Tidak hanya itu, tim juga melakukan analisis post mortem dan ante mortem. Post mortem merujuk pada kondisi jenazah setelah kematian, sedangkan ante mortem merujuk pada kondisi sebelum kematian. Dengan membandingkan keduanya, para ahli dapat memastikan apakah jenazah yang ditemukan sesuai dengan data korban yang hilang.

Penemuan Kerangka di Gedung ACC

Penemuan dua kerangka manusia di Gedung ACC menjadi perhatian besar bagi masyarakat dan pihak berwenang. Kejadian ini mengingatkan kembali tentang dampak dari aksi demonstrasi yang terjadi pada Agustus 2025. Selain itu, penemuan ini juga menimbulkan pertanyaan tentang keamanan dan pengelolaan bangunan yang digunakan sebagai pusat aktivitas politik dan sosial.

Gedung ACC, yang merupakan bagian dari salah satu perusahaan ternama di Indonesia, sempat menjadi tempat kejadian yang menimbulkan banyak spekulasi. Dalam waktu singkat, gedung tersebut dibakar dan kemudian kosong selama beberapa bulan hingga akhirnya akan direnovasi.

Proses Pembersihan dan Renovasi

Pemilik gedung awalnya tidak menyadari adanya kerangka manusia di dalamnya. Penemuan ini terjadi saat tim pembersih mulai melakukan persiapan untuk renovasi. Mereka menemukan dua kerangka yang tersembunyi di sudut-sudut bangunan. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya pemeriksaan mendalam sebelum melakukan perubahan struktural pada bangunan lama.

Selain itu, proses ini juga menjadi pelajaran bagi masyarakat tentang pentingnya mengingat masa lalu dan menghargai setiap kehilangan yang terjadi. Penemuan ini membuka kembali wacana tentang keadilan dan perlindungan hak asasi manusia, terutama dalam konteks aksi demo yang sering kali berujung pada konflik.

Kesimpulan

Penemuan dua kerangka manusia di Gedung ACC, Jakarta Pusat, serta identifikasi melalui tes DNA memberikan jawaban atas kehilangan yang dialami oleh Reno dan Farhan. Proses identifikasi yang rumit dan kompleks menunjukkan komitmen pihak berwenang dalam mencari kebenaran dan memberikan keadilan bagi keluarga korban.

Kejadian ini juga menjadi pengingat bahwa setiap aksi yang dilakukan harus tetap menjaga nilai-nilai kemanusiaan dan keselamatan. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat belajar dari masa lalu untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan