Hasto Kristiyanto: Gagasan Bung Karno Masih Berlaku Hadapi Tantangan Dunia

admin.aiotrade 10 Nov 2025 4 menit 24x dilihat
Hasto Kristiyanto: Gagasan Bung Karno Masih Berlaku Hadapi Tantangan Dunia
Hasto Kristiyanto: Gagasan Bung Karno Masih Berlaku Hadapi Tantangan Dunia

Semangat Bung Karno dalam Perjuangan Kini

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyampaikan bahwa gagasan dan pemikiran geopolitik Bung Karno masih sangat relevan dalam menghadapi tantangan global saat ini. Hal ini disampaikan dalam acara refleksi Hari Pahlawan yang digelar bersama Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, dan para pemuda lintas komunitas di Kota Pahlawan pada malam hari Minggu 9 November 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Hasto menyoroti bagaimana Bung Karno, di usia muda, telah membangun kesadaran kebangsaan melalui perpaduan antara nasionalisme, Islamisme, dan sosialisme. Sintesis ideologis ini menjadi fondasi lahirnya Indonesia merdeka.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Dalam usia 16 tahun, Bung Karno sudah melahirkan kesadaran bahwa ketertindasan harus dilawan dengan kepemimpinan intelektual. Ia belajar sejarah dunia dan sejarah Nusantara, lalu melakukan sintesa antara Islamisme, nasionalisme, dan sosialisme,” ujar Hasto kepada media sesuai acara.

Menurutnya, warisan intelektual Bung Karno bukan sekadar bagian dari masa lalu, tetapi menjadi kompas moral dan ideologis bagi bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai bentuk ketimpangan global yang muncul hari ini.

“Gagasan besar itu masih sangat relevan. Bung Karno mengajarkan bahwa kedaulatan bangsa hanya bisa ditegakkan bila rakyatnya berdaulat secara ekonomi, politik, dan budaya,” tegasnya.

Hasto juga menyinggung fenomena kepemimpinan muda di dunia, seperti Mamdani, wali kota muda yang terpilih di New York, sebagai simbol bangkitnya generasi baru yang mampu menantang kapitalisme global dengan idealisme sosial dan moral.

“Di tengah arus kapitalisme global yang kian kuat, dunia masih memerlukan pemimpin-pemimpin yang berani memadukan idealisme dan keberanian moral. Itu semangat yang dulu ditunjukkan Bung Karno, dan sekarang menjadi tugas anak muda Indonesia untuk melanjutkannya,” ujarnya.

Lebih jauh, Hasto mengingatkan bahwa makna menjadi pahlawan tidak berhenti pada simbol atau ritual tahunan. Pahlawan, katanya, adalah mereka yang berani mengorbankan kepentingan pribadi demi kemanusiaan dan keadilan sosial.

“Menjadi pahlawan itu bukan persoalan politik, bukan soal kekuasaan. Tapi soal kepeloporan, integritas moral, dan pengorbanan untuk rakyat. Pahlawan itu yang mengangkat martabat bangsa, bukan yang memperkaya diri dengan korupsi,” tutur Hasto.

Ia menegaskan, dalam konteks kekinian, perjuangan intelektual dan moral menjadi medan baru bagi generasi muda untuk menunjukkan kepahlawanan. Dengan membaca ulang pemikiran Bung Karno, kata Hasto, pemuda Indonesia dapat menemukan arah perjuangan baru di tengah krisis kemanusiaan dan ketimpangan dunia digital.

“Semangat Bung Karno harus dihidupkan kembali, bukan sekadar dalam upacara, tapi dalam cara berpikir dan bertindak. Itulah makna sejati menjadi anak ideologis bangsa,” pungkasnya.

Pemikiran Bung Karno dalam Konteks Global

Pemikiran Bung Karno memiliki dampak yang luas dan relevan dalam dunia modern. Ia memperkenalkan konsep-konsep penting yang masih menjadi pedoman dalam menjaga keberlanjutan negara dan masyarakat. Berikut beberapa aspek penting dari gagasan Bung Karno:

  • Keadilan Sosial: Bung Karno menekankan pentingnya keadilan sosial dalam pembangunan bangsa. Ini mencakup akses yang sama terhadap sumber daya dan peluang bagi semua lapisan masyarakat.
  • Kedaulatan Rakyat: Kebijakan yang diambil harus selalu berlandaskan kepentingan rakyat. Ini mencerminkan prinsip demokrasi yang berkelanjutan.
  • Kepemimpinan Intelektual: Bung Karno percaya bahwa pemimpin yang baik harus memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk mengambil keputusan yang bijaksana.

Peran Generasi Muda dalam Menghadapi Tantangan Global

Generasi muda memiliki peran penting dalam menghadapi tantangan global. Mereka adalah harapan bangsa yang akan membawa perubahan positif. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh generasi muda:

  • Meningkatkan Kesadaran Sosial: Dengan memahami isu-isu sosial, generasi muda dapat menjadi agen perubahan.
  • Berpartisipasi dalam Pembangunan: Partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan politik merupakan cara untuk berkontribusi dalam pembangunan.
  • Mengembangkan Keterampilan: Kemampuan teknis dan non-teknis seperti keterampilan komunikasi dan kepemimpinan sangat penting dalam menghadapi tantangan global.

Kehidupan Pahlawan di Era Digital

Di era digital, makna pahlawan juga berkembang. Pahlawan tidak lagi hanya diidentifikasikan dengan perjuangan fisik, tetapi juga dengan tindakan yang dilakukan melalui media dan platform digital. Berikut beberapa contoh pahlawan di era digital:

  • Aktivis Sosial Media: Mereka menggunakan platform digital untuk menyebarkan informasi dan menggerakkan masyarakat.
  • Penggiat Lingkungan: Melalui kampanye online, mereka memberikan kesadaran tentang pentingnya perlindungan lingkungan.
  • Pengusaha Sosial: Mereka memanfaatkan teknologi untuk menciptakan solusi inovatif yang berdampak positif bagi masyarakat.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan