Kondisi Jalan di Sekitar Kantor Urusan Agama Namlea Memerlukan Perhatian Serius
Di kawasan pertigaan yang berada tepat di depan Kantor Urusan Agama (KUA) Namlea, kondisi jalan saat ini menunjukkan tanda-tanda kerusakan yang cukup serius. Berdasarkan pengamatan, permukaan jalan di titik tersebut tampak berlubang dan berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama pada malam hari ketika penerangan tidak cukup.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Lubang yang terlihat memiliki ukuran yang cukup besar, dengan panjang sekitar 1 meter dan lebar mencapai 40 sentimeter. Lokasi kerusakan ini berada persis di bagian tikungan, sehingga membuat para pengendara harus lebih waspada saat melintas. Beberapa pengendara yang melewati area tersebut tampak memperlambat kecepatan kendaraannya untuk menghindari lubang tersebut.
Seorang pengemudi ojek, Haris, mengungkapkan kekhawatirannya setiap kali melintasi lokasi tersebut. Ia mengatakan bahwa lubang tersebut berada di bagian belokan jalan, sehingga sangat berisiko jika pengemudi kurang hati-hati. Menurut Haris, keberadaan lubang ini sudah cukup lama dan belum mendapatkan perhatian dari pihak berwenang.
Ia berharap setidaknya ada tindakan sementara agar tidak menimbulkan kecelakaan. "Mungkin ditimbun dulu untuk sementara supaya aman," ujarnya.
Selain berpotensi menyebabkan kecelakaan, lubang di area tikungan juga bisa merusak kendaraan, terutama roda dua yang melintas setiap hari. Haris berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan perbaikan agar akses jalan kembali aman dan nyaman digunakan.
Ia juga mengimbau kepada pengguna jalan untuk tetap berhati-hati saat melewati kawasan tersebut, khususnya di malam hari ketika penerangan terbatas. "Untuk kamong penguna kendaraan roda dua harus hati-hati sih," tutupnya.