
jatim.aiotrade
, KUPANG - Tampak pemandangan menarik dalam kegiatan Misi Dagang dan Investasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diadakan di Hotel Aston Kupang, Kamis (6/11).
Booth kopi milik Teaching Factory (Tefa) SMKN 1 Turen, Kabupaten Malang, menjadi pusat perhatian. Sebanyak 350 cup kopi racikan siswa SMK itu ludes terjual hanya dalam waktu singkat.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Ajang ini dibuka langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur NTT Irjen (Purn) Johanis Asadoma. Acara ini diikuti sebanyak 155 pelaku usaha dari dua provinsi. Dari jumlah tersebut, 55 berasal dari Jatim dan 100 dari NTT, mencakup berbagai sektor seperti hasil bumi, industri olahan, perikanan, tekstil, hingga UMKM.
Di antara deretan pelaku usaha, booth Tefa Kopi SMKN 1 Turen menjadi magnet tersendiri. Sekolah binaan Dinas Pendidikan Jatim itu untuk pertama kalinya ikut serta dalam misi dagang antardaerah.
Dengan teknik penyeduhan profesional dan aroma kopi lokal yang kuat, racikan tangan para siswa ini sukses menarik perhatian pengunjung, termasuk Khofifah dan Johanis. Keduanya sempat mencicipi langsung kopi buatan siswa Jatim tersebut.
“Ini anak-anak saya dari SMKN 1 Turen yang luar biasa lihainya. Keahliannya sudah seperti barista profesional,” ujar Khofifah.
Khofifah menjelaskan bahwa Misi Dagang Jatim–NTT 2025 ini menjadi yang ke-10 digelar Pemprov Jatim. Sejak 2019, Jatim telah menggelar 45 kali misi dagang dalam negeri, termasuk dua kali bersama NTT.
Kegiatan ini bukan hanya memperkuat jejaring bisnis antardaerah, tetapi juga membuka ruang bagi generasi muda untuk berinovasi.
“Kolaborasi dunia pendidikan, pelaku usaha, dan pemerintah menjadi kunci pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan,” kata dia.
Sementara itu, Johanis Asadoma juga mengaku kagum.
“Rasa kopinya khas dan lezat. Anak-anak ini terampil sekali dalam menyajikan kopi. Ini bisa jadi inspirasi bagi siswa vokasi di NTT,” katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai menyatakan keberhasilan siswa SMK di ajang misi dagang membuktikan bahwa pendidikan vokasi Jatim benar-benar berdampak nyata.
“Mereka tidak hanya belajar teori, tapi juga praktik langsung di dunia industri. Produk mereka punya nilai ekonomi dan daya saing tinggi,” tuturnya.
Partisipasi SMKN 1 Turen juga menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi mampu berperan aktif dalam penguatan ekonomi daerah. Melalui model Teaching Factory (Tefa), siswa dibina agar mandiri dan siap terjun ke dunia usaha.
Manfaat Pendidikan Vokasi dalam Ekonomi Daerah
Pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam mengembangkan ekonomi daerah. Berikut beberapa manfaatnya:
- Meningkatkan keterampilan siswa melalui pembelajaran praktis yang sesuai dengan kebutuhan industri
- Menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi dan daya saing tinggi
- Memberikan kesempatan bagi siswa untuk berwirausaha dan berkontribusi pada perekonomian lokal
Inovasi dalam Pendidikan Vokasi
Model Teaching Factory (Tefa) menjadi salah satu inovasi yang berhasil diterapkan oleh SMKN 1 Turen. Model ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar langsung di lingkungan industri, sehingga meningkatkan kemampuan mereka dalam menghadapi tantangan dunia kerja.
Selain itu, partisipasi siswa dalam kegiatan seperti Misi Dagang dan Investasi antardaerah memberikan wadah bagi mereka untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas. Hal ini juga menjadi langkah strategis dalam membangun jaringan bisnis antar daerah.
Peran Pemerintah dalam Mendukung Pendidikan Vokasi
Pemerintah berperan penting dalam mendukung pengembangan pendidikan vokasi. Dengan kolaborasi antara dunia pendidikan, pelaku usaha, dan pemerintah, diharapkan dapat tercipta sistem pendidikan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Meningkatkan kerja sama antar instansi terkait
- Memberikan akses pelatihan dan sumber daya yang cukup
- Mendorong inovasi dan kreativitas siswa melalui program-program yang relevan
Dengan adanya kegiatan seperti Misi Dagang dan Investasi, diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antar daerah dan memajukan ekonomi secara bersama-sama.