
Optimisme Pemerintah Jawa Barat terhadap Pertumbuhan Ekonomi 2026
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman menyampaikan optimisme tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi di tahun 2026. Ia menargetkan capaian yang ambisius sebesar 6%. Pernyataan ini disampaikan oleh Herman dalam acara Bisnis Indonesia Economic Outlook 2026 yang berlangsung di Hotel Savoy Hooman, Bandung, pada 8 Desember 2025.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Kita telah mencapai laju pertumbuhan ekonomi sebesar 5,20% di kuartal tiga ini, yang berada di atas rata-rata nasional sebesar 5,04%," ujar Herman dalam keterangannya.
Mendorong PDRB Tembus Rp3.000 Triliun
Herman menekankan bahwa target pertumbuhan 6% sangat penting untuk meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Barat. Saat ini, PDRB Jabar berada di angka Rp 2.800 triliun dan ingin meningkat menjadi Rp 3.000 triliun.
"Momentum ini harus kita gunakan untuk memacu pertumbuhan ekonomi. Dengan pencapaian tersebut, diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap penurunan kemiskinan," kata Herman.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Muslimin Anwar memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Jabar tahun 2026 berada di kisaran 4,9% hingga 5,7%.
"Kami memandang bahwa pertumbuhan ekonomi Jawa Barat akan membaik di tahun 2026 dan kami perkirakan berada di 4,9 sampai 5,7%. Dan mudah-mudahan ini kita bisa capai dengan sinergi pemerintah provinsi," ujar Muslimin yang akrab disapa Imus.
Herman kemudian menantang BI Jabar untuk berkomitmen pada angka yang lebih tinggi, yakni 6%, dengan sinergi antara pemerintah provinsi dan BI.
"Tanggung jawab, 6% di 2026! Kalau tidak sampai 6%, BI harus sama-sama ambil risiko ini. Siap, Pak?," tanya Herman.
Dukungan dari Akademisi dan Tokoh
Acuviarta Kartabi, Ekonom dari Universitas Pasundan menyatakan dukungan penuh untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Jabar di atas 5,5% hingga 6%. Ia menyoroti pentingnya dukungan anggaran belanja pemerintah, terutama di sektor infrastruktur, yang diharapkan dapat meningkat hingga 10 kali lipat sebagai modal dasar pertumbuhan.
"Dukungan anggaran belanja pemerintah, terutama infrastruktur yang meningkat empat kali lipat adalah modal dasar untuk 2026," kata Acuiviarta.
Entang Sastraatmaja, Ketua HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) mengatakan komitmen untuk mendampingi, mengawal, mengawasi, dan mengamankan kebijakan Pemprov Jabar.
"Intinya HKTI pasti akan mendampingi, mengawal, mengawasi, dan mengamankan kebijakan-kebijakan Provinsi Jawa Barat," ujar Entang.
Sektor Kunci untuk Pertumbuhan Ekonomi
Sebelumnya, dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 pada 28 November 2025, BI Jabar menyatakan tiga sektor kunci untuk pertumbuhan ekonomi Jabar adalah harus mendapatkan insentif dan sinergi, terutama dalam momentum liburan Nataru adalah pariwisata, otomotif, dan properti.
"Kita optimistis, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat akan berada di kisaran 4,7% sampai dengan 5,5% pada tahun 2025 ini," ujar Muslimin.