
Peran Transisi Energi dalam Penguatan Ekonomi Daerah
Direktur Kolaborasi Internasional Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Imaduddin Abdullah, menyampaikan bahwa transisi energi dapat menjadi mesin baru pendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan demikian, daerah yang selama ini bergantung kepada sumber daya alam mentah dapat membuka peluang diversifikasi sumber pendapatannya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Di level nasional kita sudah mulai menjadi negara dengan ekonomi yang lebih terdiversifikasi. Prinsip ini perlu diadopsi di level daerah, apalagi dengan momentum transisi hijau saat ini,” kata Imaduddin dalam acara "Tempo Energi Day" di Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 10 Desember 2025.
Imaduddin berkaca kepada daerah yang punya potensi sumber daya alam melimpah seperti Kalimantan Timur dengan batu baranya. Daerah semacam ini memiliki kapasitas fiskal yang kuat. Namun ia menilai model ekonomi berbasis eksploitasi SDA tidak akan berkelanjutan dalam jangka panjang.
Menurut Imaduddin, hilirisasi yang berbasis energi terbarukan berpotensi memperkuat struktur ekonomi daerah sekaligus meningkatkan penerimaan asli daerah (PAD). Ia mencontohkan peluang karbon kredit yang dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi daerah yang mampu mengembangkan proyek-proyek berbasis energi bersih.
Pemerintah saat ini telah menetapkan program hilirisasi untuk 18 komoditas dan memetakan proyek-proyek prioritas di berbagai provinsi. Imaduddin menilai kebijakan ini dapat memperluas pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di luar Jawa dan mengurangi ketergantungan daerah terhadap dana transfer berbasis SDA.
Ia mengatakan Indef melakukan kajian mengenai dampak penggunaan energi terbarukan dalam proses hilirisasi. Hasil awal menunjukkan industri yang lebih hijau memiliki akses pasar lebih luas seperti nikel dalam industri mobil listrik.
Menurut perhitungan Indef, penggunaan energi terbarukan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah hingga 0,4 persen. “Jika pertumbuhan awalnya 5 persen, maka dengan menginjeksi energi terbarukan, pertumbuhannya bisa menjadi 5,4 persen karena peningkatan daya saing dan perluasan pasar,” ujar Imaduddin.
Untuk itu, ia menekankan masa depan ekonomi daerah akan sangat ditentukan oleh kemampuan wilayah memanfaatkan hilirisasi energi dan momentum transisi hijau. “Ini menjadi tulang punggung ekonomi berkelanjutan, bukan hanya di tingkat nasional tetapi juga di daerah,” ujarnya.
Proyek Prioritas dalam Hilirisasi Energi
Satuan Tugas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional sebelumnya sudah menyusun studi kelayakan hilirisasi 18 komoditas sektor energi. Proyek ini diusulkan untuk digarap oleh Danantara.
Ketua Satgas Percepatan Hilirisasi Bahlil Lahadalia mengatakan proyek itu terdiri dari delapan proyek di sektor mineral dan batu bara (minerba). Lalu tiga proyek pertanian, tiga proyek kelautan dan perikanan, dua proyek transisi energi, serta dua proyek ketahanan energi.
“Total nilai 18 proyek prioritas ini mencapai Rp 618,13 triliun dengan potensi penyerapan lapangan pekerjaan sebanyak 276.636 orang,” kata Bahlil di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Selasa, 22 Juli 2025.
Dia menuturkan bahwa pemerintah akan membentuk Satgas Investasi dan Ketahanan Energi yang diinisiasi langsung oleh Danantara bersama Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional. “Kami akan terus intensif bergerak bersama Danantara, termasuk dalam hal pendanaan, penyelesaian hukum, pembebasan lahan, dan dampak sosial-lingkungan,” ucap Bahlil Lahadalia.
Langkah-Langkah Strategis dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
Beberapa langkah strategis yang dilakukan pemerintah dan lembaga terkait dalam mendukung transisi energi dan hilirisasi antara lain:
- Pengembangan proyek hilirisasi: Pemerintah telah menetapkan program hilirisasi untuk 18 komoditas, termasuk mineral, batu bara, pertanian, kelautan, dan energi terbarukan. Proyek ini dirancang untuk memperluas pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di luar Jawa.
- Peningkatan daya saing: Penggunaan energi terbarukan diharapkan meningkatkan daya saing industri daerah, terutama di sektor mobil listrik dan produk-produk hijau lainnya.
- Diversifikasi pendapatan daerah: Melalui proyek hilirisasi, daerah dapat mengurangi ketergantungan pada dana transfer berbasis SDA dan mencari sumber pendapatan alternatif seperti karbon kredit.
- Pemenuhan target pembangunan berkelanjutan: Transisi energi dan hilirisasi menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan, baik secara nasional maupun daerah.
Kesimpulan
Transisi energi dan hilirisasi merupakan dua aspek penting dalam membangun ekonomi daerah yang lebih tangguh dan berkelanjutan. Dengan memaksimalkan potensi energi terbarukan dan mengembangkan proyek-proyek strategis, daerah dapat memperkuat struktur ekonominya dan mengurangi ketergantungan pada sumber daya alam mentah. Hal ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menjawab tantangan lingkungan dan sosial yang semakin kompleks.