Hilirisasi Perkuat Kinerja Medco Energi, Ini Rekomendasi Sahamnya

admin.aiotrade 09 Okt 2025 2 menit 14x dilihat
Hilirisasi Perkuat Kinerja Medco Energi, Ini Rekomendasi Sahamnya


PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) memiliki potensi kinerja yang lebih baik berkat transformasi hilirisasi yang dilakukan oleh anak perusahaan, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN).

Axell Ebenhaezer, Analis NH Korindo Sekuritas dalam riset 15 Agustus 2025 menyebutkan bahwa fokus AMMN pada hilirisasi produk tembaga dan emas diharapkan dapat mengurangi kerugian MEDC. Produksi dan penjualan copper cathode mencapai 19.905 ton pada kuartal II-2025 dengan utilisasi smelter sebesar 50%. Axell menilai bahwa produksi akan meningkat seiring kenaikan kapasitas.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Namun, karena kompleksitas operasional smelter, proses transisi AMMN ini belum akan selesai hingga akhir tahun 2025. Fasilitas Precious Metal Refinery (PMR) juga telah mulai berproduksi dengan output emas murni pertama pada Juli 2025. Axell memandang bahwa hasil dari penjualan kedua produk tersebut akan tercermin pada kuartal III-2025. Dengan demikian, penjualan dapat menekan kerugian MEDC dari AMMN.

Managing Director Research and Digital Production Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su, memperkirakan kerugian AMMN akan menyusut menjadi sekitar US$ 49 juta, dibandingkan US$ 148,7 juta pada semester I-2025. Dengan demikian, ia memperkirakan kerugian investasi asosiasi (investment associate) MEDC juga akan menurun menjadi sekitar US$ 9,8 juta hingga akhir tahun, dari US$ 29,74 juta pada semester I-2025.

Energi terbarukan
Rizal Rafly, Analis Ajaib Sekuritas mencermati bahwa penjualan listrik MEDC tercatat stabil di 1.994 GWh pada separuh pertama 2025, didukung tambahan kapasitas dari Ijen Geothermal (35 MW) dan East Bali Solar (25 MWp). Perseroan menargetkan penjualan listrik mencapai 4.300 GWh pada akhir tahun dan kapasitas tenaga surya sebesar 500 MW pada 2030.

Menurut Rizal dalam riset 29 Agustus 2025, hal ini akan meningkatkan kontribusi energi terbarukan hingga sekitar 30% dari total bauran energi. Meskipun demikian, Rizal memandang investor perlu mempertimbangkan faktor volatilitas harga migas, risiko keterlambatan ramp-up AMMN, serta risiko produksi akibat kendala proyek.

Di sisi lain, Axell melihat risiko untuk kinerja perseroan meliputi kenaikan produksi OPEC+, pelemahan ekonomi Tiongkok, serta perubahan kebijakan pemerintah terkait lifting migas. Sementara itu, menurut Harry, investor dapat mencermati rencana akuisisi MEDC untuk blok Sakakemang PSC (Production Sharing Contract), di mana perseroan sekaligus menjadi operator pada blok tersebut.

“Akuisisi ini akan berlaku efektif setelah mendapatkan persetujuan pemerintah,” terangnya kepada aiotrade.app, Kamis (9/10/2025). Harry menaksir, blok ini dapat membantu meningkatkan lifting gas perseroan sekitar 8% per tahun. Dengan begitu, porsi pendapatan gas dapat meningkat dari 70% menjadi 72% pada tahun fiskal 2026.

Dus, Harry merekomendasikan beli saham MEDC dengan target harga Rp 1.600 per saham. Sementara itu, Rizal dan Axell kompak menyarankan beli MEDC dengan target harga Rp 1.500 per saham.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan