Hingga 2025, Trans Jatim Layani 5,9 Juta Penumpang

admin.aiotrade 10 Nov 2025 3 menit 18x dilihat
Hingga 2025, Trans Jatim Layani 5,9 Juta Penumpang

Layanan Transportasi Publik Trans Jatim Melayani 5,9 Juta Penumpang

Layanan transportasi publik Trans Jatim telah mencatatkan sejarah baru dengan melayani sebanyak 5,9 juta penumpang hingga tahun 2025. Layanan ini beroperasi melalui 7 koridor yang saling terintegrasi di berbagai wilayah Provinsi Jawa Timur. Dengan rute sepanjang 370,6 km setiap harinya, Trans Jatim mengoperasikan 143 unit armada bus serta melibatkan 575 kru untuk memastikan keberlanjutan dan kenyamanan pengguna.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menjelaskan bahwa layanan Trans Jatim hadir dengan prinsip memberikan akses transportasi yang adil, berkelanjutan, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat. Menurutnya, hingga akhir tahun 2025, layanan Bus Trans Jatim telah melayani 5,9 juta pelanggan, yang menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam penggunaan transportasi umum di provinsi tersebut.

Pengembangan Koridor Baru

Khofifah menyebutkan bahwa layanan Trans Jatim saat ini telah melayani masyarakat di kawasan Gerbang Kerto Susila (GKS) dengan skema Buy The Service (BTS) sebanyak 7 koridor. Ia juga menargetkan pembukaan koridor ke-8 di wilayah Malang Raya pada akhir November 2025. "Insya Allah akhir bulan ini akan kita tambah koridor 8 untuk wilayah Malang Raya," ujarnya.

Pembukaan koridor baru ini bertujuan untuk memperluas jangkauan layanan Trans Jatim dan meningkatkan mobilitas masyarakat di daerah tersebut. Dengan adanya koridor tambahan, masyarakat akan lebih mudah mengakses transportasi umum dan mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.

Sistem Digital Terkini

Menurut penilaian Tim Kementerian Perhubungan, layanan Trans Jatim memiliki sistem digital transportasi paling mutakhir di seluruh Tanah Air. Hal ini terlihat dari berbagai aplikasi yang tersedia untuk melayani para pengguna, seperti:

  • Pembelian tiket secara online
  • Informasi rute dan waktu kedatangan bus
  • Pelacakan posisi bus secara real-time
  • Augmented Reality di halte bus
  • Early Warning System untuk memberi peringatan dini
  • Rambu suara untuk pengguna disabilitas

Selain itu, Trans Jatim juga mengembangkan LARAS (Layanan Ramah Trans Jatim) AI, yaitu sistem digital assistant berbasis kecerdasan buatan yang membantu pengguna dalam menggunakan layanan transportasi.

Teknologi Pendukung

Trans Jatim didukung oleh berbagai teknologi canggih untuk meningkatkan keselamatan dan efisiensi operasional. Beberapa di antaranya adalah:

  • Pemadam api otomatis di dalam bus
  • Driver Safety Monitor untuk memantau kondisi pengemudi
  • Two way audio untuk komunikasi dua arah antara pengemudi dan penumpang
  • Camera AI yang terhubung langsung dengan Jatim Transportation Control Center (JTCC), sehingga kondisi pengemudi dapat dipantau secara real-time

Teknologi-teknologi ini menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas layanan dan keselamatan pengguna.

Peran Transportasi Publik dalam Pembangunan

Menurut Khofifah, layanan transportasi publik merupakan salah satu elemen strategis dalam mendukung aktivitas dan mobilitas masyarakat perkotaan. Layanan ini tidak hanya meningkatkan produktivitas masyarakat, tetapi juga memperkuat aksesibilitas dan daya saing Jawa Timur sebagai gerbang ekonomi nasional.

Ia menekankan bahwa inovasi layanan transportasi publik hanya akan optimal jika dibangun melalui kolaborasi antara berbagai pihak. Untuk itu, ia mengajak kepala daerah di kabupaten/kota yang wilayahnya dilintasi oleh layanan transportasi publik Trans Jatim untuk mengembangkan layanan feeder agar jaringan transportasi umum semakin terhubung dan inklusif.

"Kami juga mengajak kepala daerah di beberapa kabupaten yang wilayahnya dilewati bus Trans Jatim untuk membangun feeder sehingga masyarakat terkoneksi secara aman, nyaman dan tepat waktu," pungkasnya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan