
Sejak awal berdiri pada tahun 1942, Hino Motors dikenal sebagai produsen truk dan kendaraan komersial. Namun, lewat sedan kecil bernama Contessa, Hino juga mulai menancapkan dirinya sebagai merek di pasar mobil penumpang.
Contessa pertama kali diluncurkan pada tahun 1961 sebagai sedan bermesin belakang yang desainnya terinspirasi dari Renault 4CV. Contessa 900 atau seri PC memiliki konsep yang cukup mutakhir untuk mobil tahun 60-an.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Contessa 900 dibekali mesin 4-silinder water cooled OHV dengan kapasitas 893 cc. Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga sebesar 33 dk pada putaran 5.500 rpm. Seri PS memiliki ukuran yang kompak, dengan panjang 3.795 mm, lebar 1.475 mm, dan tinggi 1.415 mm. Jarak sumbu roda (wheelbase) mencapai 2.150 mm serta bobot keseluruhan sekitar 750 kg.
Pada tahun 1964, Hino meluncurkan generasi kedua Contessa 1300 atau seri PD. Rancangan mobil ini dipegang oleh Giovanni Michelotti, seorang desainer asal Italia yang juga pernah merancang mobil-mobil terkenal lainnya.

Contessa PD memiliki dimensi dan mesin yang lebih besar dibandingkan pendahulunya. Seri PD memiliki panjang 4.150 mm, lebar 1.530 mm, dan tinggi 1.340 mm dengan wheelbase 1.820 mm dan bobot keseluruhan sekitar 942 kg.
Daya pacu mobil ini didukung oleh mesin 4-silinder OHV 1.251 cc dengan kapasitas 1,3 liter. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga maksimum sebesar 55 dk pada putaran 5.500 rpm dan 65 dk untuk varian 1300S. Semua varian dilengkapi transmisi kolom 3-percepatan atau manual 4-percepatan.
Tidak lama setelah itu, Hino membuat versi coupe dari Contessa PD. Desainnya yang elegan dengan garis-garis yang menawan menjadikannya incaran para kolektor mobil klasik.
Menyoal tampilan, elemen desain Contessa PD mengingatkan pada Chevrolet Corvair generasi kedua serta karya Michelotti lainnya seperti BMW 700 dan Triumph 1300. Contessa menarik banyak orang karena kesan ringkas dan elegan, terutama model Coupe.

Yang menarik, mobil ini berhasil menonjol dibandingkan mobil kecil sejenis di masanya seperti Fiat 600, Citroën 2CV, Morris Minor, dan VW Beetle, bahkan saat dipajang bersama di Museum Sains.
Melalui Contessa PD, Hino berambisi menguasai pasar ekspor dunia dengan mengirimkan mobil ini ke Asia Tenggara, Australia, Eropa (Swiss, Perancis, Belanda, Finlandia), Afrika Selatan, hingga Amerika Tengah. Pabrik Hino juga didirikan di New Zealand dan Israel.
Sebagai strategi pemasaran, Hino mengirimkan Contessa Coupe kepada Pete Brock dan pebalap Shelby Cobra sebagai kuda besi BRE Racing yang akan berlaga di Pantai Barat. Mobil ini berhasil menjuarai Riverside Raceway pada tahun 1966, semakin memperkuat eksistensinya di pasar global.

Hino akhirnya menghadapi tantangan besar di pasar mobil penumpang, karena persaingan ketat dari raksasa Jepang lainnya dan butuh investasi yang tidak sedikit. Terlebih, desain dengan konfigurasi mesin belakang mulai ditinggalkan.
Menjelang akhir 1966, Hino menandatangani perjanjian dengan Toyota yang membuatnya hanya fokus pada kendaraan komersial. Pasar mobil penumpang akan ditangani oleh Toyota.
Setelah memasarkan sekitar 55 ribu unit Contessa 1300 dalam dua setengah tahun, produksinya resmi dihentikan pada bulan April 1967. Beberapa mobil masih dirakit hingga tahun 1969 untuk menghabiskan stok.
Contessa menjadi gebrakan dan langkah Hino untuk berekspansi ke pasar mobil penumpang. Meskipun perjalanan Hino di pasar ini tidak berlangsung lama, Contessa tetap menjadi bagian penting dari sejarah otomotif.