
Investasi Baru HM Sampoerna dalam Patriot Bond
PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HM Sampoerna) baru saja mengumumkan keputusan investasinya melalui pembelian surat utang bernama Patriot Bond yang diterbitkan oleh PT Danantara Investment Management (Persero). Transaksi ini dilakukan dalam dua tahap, masing-masing dengan nilai transaksi sebesar Rp 250 miliar.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pada tahap pertama, HM Sampoerna membeli Surat Utang Jangka Panjang (SUJP) Tahun 2025 Tahap I Seri A senilai Rp 250 miliar. Surat utang ini memiliki tingkat bunga sebesar 2 persen per tahun dan jatuh tempo pada 22 Oktober 2030. Selanjutnya, pada tahap kedua, perusahaan juga mengakuisisi SUJP Seri B senilai Rp 250 miliar. Surat utang ini memiliki bunga yang sama yaitu 2 persen per tahun dan jatuh tempo hingga 21 Oktober 2032.
"Total nilai investasi ini adalah sebesar 1,76 persen dari ekuitas perseroan berdasarkan laporan keuangan tahunan perseroan yang telah diaudit pada tanggal 31 Desember 2024," ujar Sekretaris Perusahaan HM Sampoerna, Andy Revianto. Ia menegaskan bahwa transaksi ini tidak dikategorikan sebagai transaksi material, sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama.
Dengan demikian, pembelian Patriot Bond tidak menimbulkan dampak signifikan terhadap posisi keuangan maupun keberlangsungan usaha HM Sampoerna. Namun, partisipasi ini mencerminkan komitmen Perseroan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan program pemerintah dalam pengelolaan lingkungan.
"Tidak ada informasi tambahan yang perlu disampaikan saat ini. Perseroan akan menyampaikan informasi lebih lanjut apabila terdapat perkembangan material lainnya," tutup Andy.
Patriot Bond untuk Pengelolaan Sampah
Sebelumnya, Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan P. Roeslani, mengungkapkan bahwa Patriot Bond atau Obligasi Patriotik akan ikut membantu membiayai proyek konversi sampah menjadi energi (waste to energy/WTE).
Nanti Patriot Bonds ini kan memang dialokasikan untuk waste of energy yang dua hari lalu saya baru launching bersama-sama dengan Menteri Dalam Negeri. Saya akan melakukan sosialisasi juga kepada dunia usaha bahwa kita akan membangun waste of energy, ujarnya di acara Lestari Awards 2025, Jakarta, pada Kamis (2/10/2025).
Lebih lanjut Rosan mengatakan, untuk tahap awal pemerintah akan membangun pabrik pembangkit listrik tenaga sampah di lima kota yakni Jakarta, Bandung, Tangerang, Surabaya, dan Semarang. Bahkan sudah ada dua kota lagi yang menambah permintaan pembangunan pabrik sampah yakni di Makassar dan Palembang.
Danantara menyiapkan investasi untuk mengembangkan platform konversi sampah menjadi energi. Program ini ditujukan untuk mengatasi persoalan sampah di perkotaan.
Salah satu model kita akan coba berinvestasi dengan membuat platform WTE. Dan kembali lagi kolaborasi itu penting. Ini salah satu program penting dari Danantara, ujar Managing Director Investment Danantara Stefanus Ade Hadiwidjaja.
Pada akhirnya kita akan coba lihat terutama kota-kota yang bisa menghasilkan sampah 1.000 ton per hari, kata Stefanus lagi.
Danantara menargetkan kerja sama dengan pemerintah daerah, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, PLN, serta investor swasta nasional maupun global.