HSN dan POPP 2025: 2000 Santri Sulut Padati GOR Duasudara Bitung untuk Berdzikir dan Doa Bersama

admin.aiotrade 22 Okt 2025 3 menit 13x dilihat
HSN dan POPP 2025: 2000 Santri Sulut Padati GOR Duasudara Bitung untuk Berdzikir dan Doa Bersama
HSN dan POPP 2025: 2000 Santri Sulut Padati GOR Duasudara Bitung untuk Berdzikir dan Doa Bersama

Perayaan Hari Santri Nasional di Bitung dengan Semangat Kebersamaan

Gelanggang Olahraga (GOR) Duasudara, Bitung, Sulawesi Utara (Sulut), menjadi tempat yang penuh makna dalam memperingati Hari Santri Nasional (HSN) dan Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren Daerah (POSPEDA) tahun 2025. Acara yang berlangsung pada Selasa, 21 Oktober 2025 malam, ditandai oleh atmosfer religius nan khidmat yang mengisi seluruh ruangan.

Lebih dari 2.000 santri dari berbagai pondok pesantren di Sulut hadir dalam acara ini, menciptakan suasana yang penuh semangat dan antusias. GOR yang biasanya digunakan untuk kegiatan olahraga kini berubah menjadi lautan putih yang penuh dengan energi dan kekompakan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Acara dimulai dengan Dzikir Akbar yang dipimpin oleh KH. Mashar Kinontoaan dan Doa Bersama yang dipimpin oleh ulama terkemuka dari Sulut, KH. Wahab Abdul Ghafur. Ribuan santri, didampingi pimpinan pondok pesantren, tokoh agama, serta pejabat daerah, larut dalam lantunan zikir dan sholawat. Mereka memanjatkan doa untuk keselamatan bangsa, kemajuan daerah, serta keberkahan bagi para santri.

Kehadiran para pejabat daerah menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap kegiatan kepesantrenan. Wali Kota Bitung diwakili oleh Kadis Perikanan, Sadat Minabari, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bitung, Yahya Pasiak, Kapolres Bitung diwakili Kasi Humas, Iptu Abdul Natip Anggai, serta perwakilan dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut hadir dalam acara ini.

Ketua Panitia, Ayub Albugis, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah kota Bitung yang telah menjadi tuan rumah yang baik. "Terima kasih juga atas partisipasi aktif dari berbagai pondok pesantren di Sulut dan juga masyarakat Kota Bitung khususnya," ujar Ayub dalam sambutannya.

Sementara itu, Ketua Forum Ukhuwah Antar Pondok Pesantren (FUAPP) Sulut, KH. Muyassir Arif, menekankan pentingnya menjaga semangat ukhuwah islamiyah dalam membangun karakter santri yang berakhlak dan cinta tanah air. "Mari terus rawat dan jaga ukhuwah Islamiyah dan persaudaraan sesama anak bangsa dalam membangun karakter santri berakhlak dan cinta tanah air," jelas Muyassir.

Kegiatan yang Menyentuh Hati

Selain acara doa dan dzikir, acara ini juga menampilkan berbagai pertunjukan seni dan olahraga yang menarik perhatian para peserta. Para santri tampil dengan penuh semangat dalam berbagai perlombaan, seperti lomba nyanyi, tari tradisional, dan olahraga. Setiap kesempatan menjadi ajang untuk menunjukkan bakat dan kekompakan antar pondok pesantren.

Kehadiran ribuan santri tidak hanya memberikan semangat bagi peserta, tetapi juga menjadi bukti bahwa kegiatan kepesantrenan dapat menjadi sarana untuk memperkuat persatuan dan persaudaraan. Hal ini sejalan dengan tema utama acara, yaitu membangun karakter santri yang tangguh dan berakhlak.

Dalam acara ini, tampak jelas bahwa para santri tidak hanya fokus pada pendidikan akademik, tetapi juga pada pengembangan diri secara spiritual dan sosial. Mereka menunjukkan komitmen untuk menjaga nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

Tantangan dan Harapan

Meski acara ini berjalan lancar, ada beberapa tantangan yang dihadapi, seperti pengaturan lalu lintas dan penataan lokasi. Namun, dengan kerja sama yang baik antara panitia dan masyarakat setempat, semua kendala berhasil diatasi.

Harapan besar ditempatkan pada acara ini sebagai langkah awal untuk meningkatkan peran pondok pesantren dalam pembangunan daerah. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan akan muncul lebih banyak inisiatif dari kalangan pesantren untuk berkontribusi dalam berbagai bidang, baik sosial, ekonomi, maupun budaya.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan