Hujan deras banjiri pengungsian dan rumah sakit di Gaza

admin.aiotrade 17 Des 2025 3 menit 31x dilihat
Hujan deras banjiri pengungsian dan rumah sakit di Gaza
Hujan deras banjiri pengungsian dan rumah sakit di Gaza

Cuaca Ekstrem dan Kondisi Darurat di Jalur Gaza

Cuaca ekstrem yang melanda Jalur Gaza sejak Senin (15/12/2025) malam menimbulkan berbagai masalah serius bagi warga setempat. Hujan lebat disertai badai mengakibatkan ribuan tenda pengungsi terendam banjir dan tertiup angin kencang. Air hujan juga merembes ke beberapa bagian Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza, sehingga mengganggu kelancaran operasional rumah sakit.

Seorang warga bernama Abdel Aziz mengungkapkan pengalamannya saat badai menerjang. “Kami terbangun karena suara angin kencang menerpa tenda kami. Kami berusaha mengamankan dan mempertahankannya, tapi angin menumbangkan tenda, dan semua barang-barang kami terbang. Saya berada di luar bersama istri dan anak-anak saya, duduk di tengah hujan. Tidak ada tempat untuk berlindung,” katanya.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Rumah-Rumah yang Rusak Terancam Runtuh

Juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, Mahmoud Basal, memperingatkan bahwa ribuan rumah yang hancur akibat perang berisiko runtuh setiap saat akibat hujan dan angin kencang. Ia menegaskan bahwa rumah-rumah ini menimbulkan bahaya besar bagi kehidupan ratusan ribu warga Palestina yang tidak menemukan tempat berlindung. Basal meminta kepada komunitas internasional agar menyediakan rumah mobil dan karavan bagi para pengungsi sebagai pengganti tenda.

Mohammad Nassar dan keluarganya sebelumnya sempat tinggal di sebuah gedung enam lantai yang rusak parah akibat serangan Israel. Pada Jumat (12/12/2025), bangunan itu runtuh, menewaskan kedua anaknya yang berusia 15 dan 18 tahun. Nassar berhasil selamat karena sedang pergi berbelanja saat peristiwa terjadi. “Saya melihat tangan anak saya menonjol dari bawah tanah. Itu pemandangan yang paling menyakitkan bagi saya. Anak saya tertimbun di bawah tanah dan kami tidak bisa mengeluarkannya,” kata Nassar.

Infrastruktur Hancur Total di Jabalia

Wali Kota Jabalia, Mazen Al-Najjar, mengungkapkan bahwa lebih dari 90 persen bangunan dan jalan di kota tersebut dan wilayah utara Jalur Gaza hancur total, sehingga warga terpaksa tinggal di tenda-tenda yang rusak. Infrastruktur juga hancur akibat serangan Israel, menyebabkan jalan-jalan terendam banjir dan limbah di saluran pembuangan meluap selama cuaca buruk.

Najjar juga memperingatkan warga yang masih tinggal di gedung-gedung yang berisiko runtuh. Ia menjelaskan bahwa bangunan yang rusak parah telah menewaskan dan melukai puluhan orang saat hujan deras sebelumnya. Menurutnya, upaya pemerintah kota, tim pertahanan sipil, serta organisasi lokal dan internasional belum mampu memenuhi kebutuhan besar masyarakat yang terus meningkat. Ia menyerukan komunitas internasional untuk segera menyediakan rumah mobil sebagai bantuan sementara, membangun kamp-kamp aman, dan merehabilitasi infrastruktur serta jaringan saluran pembuangan.

Korban Jiwa Akibat Cuaca Dingin

Sedikitnya 14 orang meninggal dunia akibat badai musim dingin di Gaza pekan lalu. Lebih dari 53 ribu tenda pengungsian terendam banjir, hanyut diterjang arus, atau robek akibat angin kencang. Selain itu, 13 bangunan juga runtuh di berbagai wilayah Gaza.

Saat ini, hampir 250 ribu keluarga tinggal di kamp-kamp pengungsian di seluruh Jalur Gaza, dengan banyak di antaranya menghadapi cuaca dingin dan banjir di dalam tenda-tenda yang rapuh. Meski gencatan senjata telah berlaku pada Oktober lalu, kondisi kehidupan di Gaza masih belum membaik. Israel masih terus menyerang Gaza setiap hari dan membunuh hampir 400 warga Palestina, serta memblokir aliran bantuan kemanusiaan secara bebas.

Peringatan dari PBB

PBB memperingatkan bahwa bantuan ke Gaza terpangkas karena pembatasan Israel. Pakar PBB menegaskan bahwa Israel dan pendukungnya harus biayai rekonstruksi Gaza. Badai musim dingin ekstrem yang melanda Gaza menyebabkan 11 warga tewas dan kerugian mencapai Rp63 miliar.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan