
LAMPUNG, aiotrade
Pada hari Selasa (30/9/2025) sore, sebuah bencana tanah longsor terjadi di Jalan Lintas Barat (Jalinbar) Lampung. Peristiwa ini menyebabkan arus lalu lintas terganggu dan sempat terputus.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari, menjelaskan bahwa longsoran terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Pesisir Barat sejak siang hingga sore hari. Lokasi yang paling parah adalah ruas Jalinbar yang menghubungkan Krui-Liwa, khususnya di Pal 5, Pekon (Desa) Labuhan Mandi, Kabupaten Pesisir Barat.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Hujan deras tersebut memicu longsornya tebing di sisi jalan, sehingga tanah dan batu menutupi badan jalan. Akibatnya, kendaraan roda dua dan roda empat tidak dapat melintas.
Menurut Yuni, anggota kepolisian langsung bertindak cepat dengan menuju lokasi untuk membantu pengendara dan membersihkan material longsor agar jalur dapat segera digunakan kembali.
Saat ini, jalur sudah dapat dilalui kendaraan roda dua. Namun, untuk kendaraan roda empat masih menunggu proses pembersihan lebih lanjut.
Yuni juga mengimbau masyarakat dan pengendara yang melintas di jalur Krui–Liwa untuk tetap berhati-hati. Hal ini dikarenakan cuaca hujan masih berpotensi menimbulkan longsoran susulan.
Penyebab Longsor
Beberapa faktor yang berkontribusi pada terjadinya longsoran antara lain:
Curah hujan tinggi yang terus-menerus mengguyur wilayah Pesisir Barat.
Kondisi tanah yang lemah akibat air hujan yang meresap ke dalam tanah.
Bentuk lereng yang curam* yang rentan longsor jika tidak dikelola dengan baik.
Dampak Terhadap Arus Lalu Lintas
Longsoran yang terjadi di Jalinbar mengakibatkan beberapa dampak, yaitu:
Arus lalu lintas terganggu, terutama pada jam sibuk.
Kendaraan harus melewati jalur alternatif, yang bisa memperpanjang waktu perjalanan.
Kemacetan terjadi* di beberapa titik karena pengendara mencari jalan lain.
Upaya Pemulihan
Pihak berwenang melakukan beberapa langkah untuk memulihkan kondisi jalan, seperti:
Pembersihan material longsor menggunakan alat berat dan tenaga manual.
Pemantauan terus-menerus terhadap kondisi jalan dan cuaca.
Pembuatan rambu lalu lintas* untuk mengarahkan pengendara ke jalur aman.
Imbauan bagi Pengendara
Masyarakat dan pengendara diimbau untuk:
Meningkatkan kewaspadaan saat melintas di area rawan longsor.
Menghindari jalan yang belum sepenuhnya bersih dari material longsor.
Mematuhi petunjuk petugas* yang sedang melakukan pembersihan.
Peran Masyarakat
Selain tindakan dari pihak berwenang, peran masyarakat juga penting dalam mengurangi risiko bencana. Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh masyarakat antara lain:
Menghindari membuang sampah sembarangan di sekitar jalan.
Tidak membangun bangunan di daerah lereng curam.
Melaporkan kondisi jalan yang berpotensi membahayakan* kepada pihak berwenang.
Dengan adanya bencana tanah longsor ini, diharapkan masyarakat dan pihak terkait dapat bekerja sama untuk mengurangi risiko bencana di masa depan.