
Genangan Air di Depan Masjid Al Haris Banjarmasin
Di kawasan Jalan Tatah Bangkal, Kelayan Timur, Banjarmasin Selatan, terjadi genangan air yang cukup tinggi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut semalaman hingga menjelang pagi, Minggu (26/10/2025). Genangan ini berada di depan Masjid Al Haris dan menyebabkan akses masuk ke masjid menjadi terganggu.
Genangan air yang mencapai ketinggian melebihi mata kaki orang dewasa membuat warga, pengguna jalan, serta jamaah merasa tidak nyaman. Pemandangan ini juga memengaruhi aktivitas sehari-hari masyarakat sekitar.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Ghina, seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa kondisi ini sering terjadi selama musim hujan. Ia menjelaskan bahwa hujan deras yang hanya berlangsung singkat bisa langsung menyebabkan genangan air.
- "Kalau musim hujan memang sering tergenang Pak. Hujan deras sebentar saja sudah jadi genangan air," kata Ghina.
Kendaraan yang melintas di area tersebut harus memperlambat kecepatannya agar cipratan air tidak mengenai pengendara lain. Hal ini menunjukkan adanya risiko keselamatan bagi pengemudi dan penumpang.
Sementara itu, para pejalan kaki yang ingin masuk ke area masjid harus mencari celah di ujung genangan untuk menghindari air yang menggenang tepat di depan gerbang. Mereka harus ekstra hati-hati agar tidak terkena air yang cukup dalam.
- "Belum bisa dipastikan sih Pak. Karena kalau musim hujan pasti tergenang lagi. Kemarin saja begitu," tambah Ghina.
Penyebab dan Dampak Genangan Air
Genangan air yang terjadi di depan Masjid Al Haris disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan sistem drainase yang kurang optimal. Wilayah ini memiliki topografi yang rendah, sehingga air tidak dapat mengalir dengan cepat.
Dampak dari genangan air ini sangat terasa, baik bagi pengguna jalan maupun bagi jamaah yang ingin beribadah. Banyak warga mengeluhkan ketidaknyamanan yang terjadi, terutama saat musim hujan tiba.
Beberapa solusi sederhana yang bisa diterapkan antara lain adalah pembersihan saluran air secara rutin dan peningkatan kapasitas saluran drainase. Namun, sampai saat ini belum ada tindakan konkrit yang dilakukan oleh pihak berwenang.
Tantangan dan Harapan Masyarakat
Masyarakat sekitar berharap agar pemerintah setempat dapat segera menyelesaikan masalah genangan air ini. Mereka menilai bahwa hal ini bukan hanya sekadar gangguan, tetapi juga membahayakan keselamatan dan kenyamanan hidup sehari-hari.
Selain itu, masyarakat juga menginginkan adanya perbaikan infrastruktur yang lebih baik, terutama di kawasan yang rawan banjir. Dengan demikian, mereka tidak lagi menghadapi kesulitan saat musim hujan tiba.
Harapan besar ini diungkapkan oleh banyak warga yang tinggal di sekitar lokasi genangan air. Mereka berharap pemerintah dapat segera merespons keluhan mereka dan memberikan solusi yang efektif.