Hujan Meteor Ursid Mencapai Puncak di Malam Terpanjang 2025

admin.aiotrade 21 Des 2025 2 menit 29x dilihat
Hujan Meteor Ursid Mencapai Puncak di Malam Terpanjang 2025

Hujan Meteor Ursid akan Mencapai Puncaknya pada Malam 21–22 Desember 2025

Hujan meteor Ursid diperkirakan mencapai puncaknya pada malam 21 hingga 22 Desember 2025. Fenomena alam ini dapat disaksikan di langit Belahan Bumi Utara, yang bertepatan dengan malam terpanjang dalam setahun.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Hujan meteor Ursid aktif sejak 13 hingga 26 Desember dan mencapai titik puncaknya bersamaan dengan titik balik matahari musim dingin. Titik balik matahari musim dingin terjadi pada 21 Desember pukul 10.03 pagi waktu EST atau 22.03 WIB. Periode ini menjadi waktu ideal untuk mengamati "shooting stars" atau bintang jatuh.

Meski Ursid bukan termasuk hujan meteor besar tahunan dan sering kali terlewat menjelang Natal, kondisi pengamatan tahun ini dinilai sangat menguntungkan. Hujan meteor ini terjadi tidak lama setelah fase bulan baru, ketika bulan tidak terlihat di langit malam sehingga langit menjadi sangat gelap. Bulan baru terjadi pada 19 Desember pukul 8.43 malam EST. Pada 21 Desember, bulan hanya tampak sebagai sabit tipis dengan tingkat pencahayaan sekitar 2 persen setelah matahari terbenam. Kondisi langit yang gelap ini meningkatkan peluang melihat meteor, mengingat "shooting stars" bergerak cepat dan sering kali tampak redup.

Menurut American Meteor Society, hujan meteor Ursid umumnya menghasilkan sekitar lima hingga 10 meteor per jam. Namun, semburan dengan intensitas lebih tinggi pernah tercatat, termasuk kejadian ketika jumlah meteor melampaui 25 per jam. EarthSky mencatat lonjakan ekstrem sekitar 100 meteor per jam pernah terjadi pada 1945 dan 1986.

Pengamatan Ursid dapat dilakukan sepanjang malam, tapi waktu terbaik diperkirakan pada jam-jam sebelum fajar pada 22 Desember. Pada periode tersebut, titik radian hujan meteor—tempat meteor tampak berasal—yaitu bintang Kochab di rasi Ursa Minor, berada paling tinggi di langit utara. Hujan meteor ini tidak dapat diamati dari sebagian besar wilayah Belahan Bumi Selatan.

Penyebab Hujan Meteor Ursid

Secara ilmiah, hujan meteor Ursid disebabkan oleh debu dan puing yang ditinggalkan Komet 8P/Tuttle, yang mengelilingi Matahari setiap 13,5 tahun. Debu dan puing ini tersebar di sepanjang orbit komet dan ketika Bumi melewati jalur tersebut, partikel-partikel ini masuk ke atmosfer Bumi dan terbakar, membentuk cahaya yang kita kenal sebagai hujan meteor.

Hujan Meteor Berikutnya: Quadrantid

Setelah Ursid, hujan meteor berikutnya adalah Quadrantid yang akan mencapai puncaknya pada malam 2 hingga 3 Januari 2026. Fenomena tersebut berpotensi menampilkan sekitar 120 meteor per jam, namun pengamatannya akan terganggu oleh cahaya terang purnama Januari yang dikenal sebagai “Wolf Moon”.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan