Hujan Terus Mengguyur Jabodetabek Sore Sampai Dinihari

admin.aiotrade 22 Okt 2025 2 menit 16x dilihat
Hujan Terus Mengguyur Jabodetabek Sore Sampai Dinihari

Wilayah Jabodetabek Diguyur Hujan Sejak Sore

Beberapa wilayah di Jabodetabek diguyur hujan sejak sore hari hingga malam ini, Rabu 22 Oktober 2025. Peringatan dini cuaca yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi meluas ke seluruh wilayah Jabodetabek.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut informasi dari BMKG, hujan sore ini telah meluas dari beberapa wilayah seperti Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Selatan. Selain itu, wilayah lain yang juga mendapat peringatan dini sama adalah sebagian Kabupaten Bogor, sebagian Kota Depok, sebagian Kabupaten dan Kota Tangerang, serta wilayah Kota Tangerang Selatan.

Hingga masa peringatan dini cuaca berakhir pada pukul 20 WIB, beberapa wilayah masih terus diguyur hujan. Hal ini terlihat jelas di wilayah Kota Tangerang Selatan.

Hujan yang terus-menerus ini dikonfirmasi oleh petugas piket prakirawan BMKG, Arief Danial Rahman. Ia menyampaikan bahwa beberapa wilayah Jabodetabek masih memiliki potensi hujan ringan hingga menjelang dinihari nanti.

"Namun untuk wilayah Kepulauan Seribu, hujannya masih cukup persisten," ujar Arief mengenai intensitas hujan yang masih tinggi.

Menurut Arief, hujan di wilayah Pulau Jawa hari ini disebabkan oleh aktifnya gelombang atmosfer seperti Gelombang Kelvin dan Gelombang Equatorial Rossby. Gelombang-gelombang tersebut menyebabkan pertumbuhan awan yang signifikan. Selain itu, Fase Madden-Julian Oscillation (MJO) juga berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia, khususnya di bagian barat.

Penyebab Hujan yang Meluas

Dalam informasi yang diberikan secara terpisah, Erma Yulihastin, peneliti di Pusat Riset Iklim dan Atmosfer, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menjelaskan bahwa hujan sore ini terjadi secara luas di Jakarta, Bekasi, Purwakarta, dan sebagian Jawa Barat. Ia juga menyebutkan bahwa hujan merata dan meluas di Jawa bagian tengah dan timur.

Erma menunjuk tiga fenomena sebagai penyebab utama hujan tersebut. Pertama, dinamika atmosfer Madden-Julian Oscillation fase 4 atau intensitas kuat saat ini berada di wilayah Indonesia bagian barat. Kedua, badai tropis 95S di Samudra Hindia sebelah barat Sumatra. Ketiga, Indian Ocean Dipole negatif yang memperparah penjalaran klaster awan dari Samudra Hindia.

Ketiga faktor tersebut, kata Erma, "Menciptakan klaster awan yang terkonsentrasi di atas Jawa."

Selain itu, Erma menambahkan bahwa ketiga faktor tersebut diperkuat oleh pemanasan suhu permukaan laut di perairan selatan Jawa. “Penjalaran klaster awan dari Samudra Hindia menuju Jawa akan secara efektif membuat hujan yang massif dan merata pada sore-malam hari di sebagian besar Jawa,” ucap dia.

Defara Dhanya berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan