Momentum Refleksi dan Pembaruan Gerakan Koperasi Kredit
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 KSP Kopdit Obor Mas menjadi momen penting untuk merefleksikan perjalanan dan memperbarui arah gerakan koperasi kredit. Hal ini diwujudkan melalui seminar bertajuk “Pemberdayaan Kelompok Sahabat Obor Mas Melalui Reideologi Nilai-nilai Koperasi dan Community Development”, yang digelar selama dua hari di Aula Puskopdit Swadaya Utama Maumere, 7-8 November 2025.
Seminar tersebut menegaskan kembali pentingnya reideologisasi dalam menjaga jati diri koperasi di tengah arus modernisasi dan digitalisasi ekonomi. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber nasional yang membahas pentingnya penguatan nilai-nilai koperasi dan pemberdayaan komunitas anggota.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Narasumber Utama dalam Seminar
Tiga narasumber utama hadir dalam kegiatan tersebut, yakni Suroto selaku CEO Inkur Federation dan Ketua ASKES yang membawakan materi bertajuk “Ideologi Nilai-nilai Koperasi Menuju Koperasi Modern”, Agustinus Mardikun dengan materi “Sharing Pemberdayaan Kelompok”, serta Misbah Isnaifah yang memaparkan tentang “Memperkuat Community Development Melalui Community Organizing dalam Rangka Pemberdayaan Kelompok Sahabat Obor Mas”.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua Puskopdit, Benyamin Hung, menegaskan bahwa tema seminar tahun ini menjadi pengingat penting di tengah derasnya perubahan zaman.

“Reideologi berarti kembali kepada jati diri, menegaskan kembali roh dan nilai dasar gerakan koperasi kredit agar tidak kehilangan arah,” ujarnya.
Ia menambahkan, gerakan koperasi kredit bukan semata-mata lembaga keuangan, tetapi gerakan moral yang berfokus pada pemberdayaan manusia. Benyamin juga menyoroti bahwa tujuan utama gerakan koperasi adalah memanusiakan manusia, bukan sekadar mengejar pertumbuhan aset.
“Kita tidak didirikan untuk memperkaya segelintir orang, melainkan untuk memberdayakan banyak orang agar hidupnya lebih bermartabat, mandiri, dan berdaya,” tegasnya.
Ia mengingatkan seluruh insan Obor Mas agar tetap menjaga nilai-nilai Raiffeisen sebagai nilai dasar koperasi kredit, agar terus menyala dalam setiap kebijakan dan tindakan pelayanan.
Menurutnya, reideologisasi harus menjadi panggilan bersama agar koperasi tetap berpihak pada nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial.
“Uang hanyalah alat, manusia adalah tujuan. Laporan keuangan penting, tetapi laporan kehidupan jauh lebih bermakna. Begitu juga pendidikan anggota bukan beban biaya, tetapi investasi ideologis bagi masa depan gerakan,” ungkapnya.
Melalui momentum ulang tahun ke-53 ini, Kopdit Obor Mas ingin mempertegas arah gerakannya sebagai lembaga pemberdayaan yang berakar pada nilai, iman, dan solidaritas anggota.
Reideologisasi bukan sekadar wacana, tetapi langkah nyata untuk meneguhkan kembali fondasi ideologis koperasi agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri.
“Ulang tahun ke-53 ini hendaknya kita maknai sebagai momentum refleksi dan pembaruan. Kita dipanggil untuk meneguhkan kembali jati diri Obor Mas sebagai gerakan pemberdayaan manusia berbasis nilai dan iman,” tutup Benyamin.
Hadir dalam kegiatan tersebut General Manajer KSP Kopdit Obor Mas Yanto Lering, pengawas, dan pengurus KSP Kopdit Obor Mas dari perwakilan masing-masing unit.