Polemik Medali Emas Cabor Angkat Besi Porprov XV Sumsel
Polemik terkait jumlah medali emas cabor angkat besi dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Sumsel mengundang reaksi keras dari Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) Sumsel. Keputusan yang diambil oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumsel dinilai melanggar aturan yang telah disepakati sebelumnya.
Permasalahan ini bermula dari perubahan jumlah medali yang awalnya ditetapkan sebanyak 57 medali berdasarkan Technical Handbook (THB) KONI, tetapi kemudian diubah menjadi hanya 19 medali. Hal ini menimbulkan ketidakpuasan dari pihak PABSI Sumsel, yang merasa keputusan tersebut tidak sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Penjelasan dari Ketua Pengprov PABSI Sumsel
Ketua Pengprov PABSI Sumsel, Dr Hendri Zainuddin SH MA, bersama dengan Ketua Harian PABSI Sumsel Rizky Perdana ST dan Ketua Bidang Hukum Pengprov PABSI Sumsel, Tito Dalkuci SH MH, menyatakan bahwa keputusan KONI Sumsel melanggar aturan yang telah disepakati. Mereka menegaskan bahwa perubahan aturan harus dilakukan sebelum pertandingan dimulai, bukan setelah pertandingan selesai.
"Keputusan ini jelas melanggar aturan. Kami akan melaporkannya ke KONI Pusat dan menempuh jalur BAORI untuk memastikan keputusan tersebut tidak sah," tegas HZ, sapaan akrab dari Dr Hendri Zainuddin.
Menurut HZ, perubahan jumlah medali yang dilakukan oleh KONI Sumsel mencoreng proses pertandingan Porprov XV Sumsel. Ia juga membantah adanya tuduhan penggelembungan medali di cabor angkat besi. "Tidak ada penggelembungan, karena THB sudah menyebutkan bahwa jumlah medali yang diperebutkan adalah 57 medali dengan rincian 33 medali putra dan 24 medali putri."
Tanggapan dari KONI Sumsel
Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Sumsel, Tubagus Sulaiman, menjelaskan bahwa polemik ini muncul akibat kesalahpahaman dalam penafsiran aturan. Ia mengungkapkan bahwa KONI Sumsel telah melakukan rapat dengar pendapat (RDP) secara marathon dengan panitia daerah dan pihak terkait untuk memastikan kejelasan data perolehan medali.
"Kami melakukan rapat sejak pukul 20.00 hingga 22.00 WIB. Ini bentuk tanggung jawab moral kami terhadap pelaksanaan Porprov XV," ujar Tubagus.
Ia menegaskan bahwa KONI Sumsel tetap berpegang pada aturan resmi yang berlaku dalam Porprov XV, termasuk keputusan Panwasrah yang menetapkan jumlah medali angkat besi tetap sebanyak 19 medali emas, bukan 57 seperti yang tercantum dalam technical handbook yang diterbitkan oleh Technical Deligate (TD).
"Dari 19 nomor pertandingan, terdiri atas 11 nomor putra dan 8 nomor putri, dengan perolehan medali didasarkan pada hasil angkatan terbaik di setiap nomor," jelasnya.
Reaksi dari PABSI Sumsel
Ketua Bidang Hukum Pengprov PABSI Sumsel, Tito Dalkuci SH MH, menegaskan bahwa PABSI Sumsel akan melaporkan keputusan KONI Sumsel yang dinilai menyalahi aturan tersebut ke KONI Pusat dan menempuh jalur hukum melalui BAORI.
"Kami akan menempuh jalur BAORI dan tentu ini akan dilaporkan ke KONI Pusat," ujarnya.
Tito menambahkan bahwa keputusan KONI Sumsel mengurangi jumlah peraihan medali pada cabor angkat besi sangat terkesan inkonsistensi. "Mengapa KONI Sumsel mengacu pada aturan buku panduan yang mana isi buku panduan itu hanya akumulasi dari THB KONI itu sendiri."
Ia menilai bahwa hal tersebut sama saja KONI Sumsel mengingkari produk aturan yang dibuat oleh KONI Sumsel itu sendiri. "Terlebih putusan yang salah itu dilakukan setelah pertandingan dilakukan, hal tersebut sangat menciderai semangat perjuangan atlet angkat besi," jelasnya.
Harapan untuk Kondusivitas Porprov XV Sumsel
Pihak KONI Sumsel berharap seluruh pihak dapat menerima keputusan yang sudah ditetapkan dan kembali fokus menjaga semangat sportivitas selama penyelenggaraan Porprov XV Sumsel.
"Kami memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga agar pelaksanaan Porprov tetap kondusif. Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat semangat kebersamaan dan fair play," kata Tubagus.
