Ibu di Agam Kehilangan Rp35 Juta Diduga Terhipnotis, Laporkan ke Polisi

admin.aiotrade 21 Okt 2025 3 menit 15x dilihat
Ibu di Agam Kehilangan Rp35 Juta Diduga Terhipnotis, Laporkan ke Polisi

Pengalaman Horor Jumi Rah Mariati yang Diduga Terkena Hipnotis Saat Berbelanja

Jumi Rah Mariati, seorang perempuan berusia 58 tahun, mengungkapkan pengalamannya yang mengejutkan setelah diduga terkena hipnotis saat sedang berbelanja di Pasar Bawah Bukittinggi, Sumatera Barat. Kejadian tersebut terjadi pada Minggu (19/10/2025) dan membuatnya kehilangan uang sebesar Rp35 juta.

Menurut Jumi, kejadian ini dimulai ketika ia sedang berjalan kaki menuju Pasar Atas Bukittinggi. Pada pukul 09.00 WIB, ia berhenti di depan Bank Mandiri yang ada di Pasar Bawah Bukittinggi. Di sana, ia dihampiri oleh seorang pria yang bertanya tentang museum di daerah tersebut. Pria tersebut mengaku berasal dari Jawa dan ingin menggadaikan barang antik ke museum. Tujuan utamanya adalah untuk biaya pengobatan kakeknya yang dirawat di Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Saat sedang berbincang, tiba-tiba datang pria lain menggunakan mobil Avanza hitam. Pria dalam mobil itu tertarik membeli barang antik tersebut dan meminta Jumi masuk ke dalam mobil sebagai saksi. Awalnya Jumi menolak, tetapi pelaku terus mendesak dan berjanji hanya butuh waktu lima menit. Akhirnya, Jumi pun masuk ke dalam mobil.

Di dalam mobil, Jumi merasa terpengaruh dan patuh saat disuruh mengambil uang di rumahnya sendiri. Ia tidak sadar bahwa ia sedang dalam pengaruh hipnotis. Setelah mengambil semua uang yang disimpan di rumah, korban dibawa keliling menggunakan mobil hingga ke Padang Luar. Di sana, ia diturunkan dan diperintahkan untuk shalat Dhuha di musalla. Pelaku menunggu di dalam mobil selama proses shalat berlangsung.

Setelah shalat Dhuha, Jumi sadar bahwa dirinya telah ditipu. "Uang saya ada di rumah. Entah kenapa tiba-tiba saya ikut saja saat diperintah ambil uang di rumah dan menyerahkan kepada mereka," ujarnya dengan rasa takut dan kecewa.

Proses Laporan dan Koordinasi dengan Pihak Berwajib

Setelah kejadian tersebut, Jumi menceritakan kronologinya kepada suami dan anaknya. Anaknya kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek IV Koto. Menurut AIPDA Domi Saputra, Kanit Reskrim Polsek IV Koto, pihak keluarga korban memang datang berkoordinasi pada Minggu (19/10/2025) kemarin.

"Setelah selesai berkoordinasi, saya meminta pihak keluarga membuat laporan ke Polsek Banuhampu, karena transaksi uangnya terjadi di Padang Lua," jelas AIPDA Domi.

Sementara itu, Jumi masih belum membuat laporan ke Polsek Banuhampu. Hingga saat ini, ia hanya melakukan koordinasi dengan Polsek IV Koto Agam. Meski demikian, pihak keluarga terus berupaya untuk menyelesaikan kasus ini secara hukum.

Viral di Media Sosial

Kejadian ini juga viral di media sosial. Akun Instagram @piknometer_01 menulis: "Tolong diviralkan, ortu saya mo belanja ke Pasar Bawah Bukittinggi, ketemu orang yang berpura-pura nanya museum, terus datang mobil yang di dalamnya berpakaian seperti polisi, ternyata itu temannya, lalu ibu saya diajak naik ke dalam mobil, lalu menolak, setelah ibu saya jalan, dari belakang, pundak ibu saya dipegang lalu diajak bicara dan akhirnya ibu saya entah tiba-tiba mau masuk mobil, kejadiannya seperti di cctv, mobil pelaku tidak ada platnya."

Dari pengakuan Jumi dan laporan dari media sosial, tampak bahwa kejadian ini memperlihatkan modus penipuan yang cukup canggih. Tidak hanya menggunakan hipnotis, para pelaku juga memanfaatkan situasi yang bisa membuat korban mudah dipengaruhi.

Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap orang asing yang menawarkan sesuatu yang terlalu bagus untuk dipercaya. Selain itu, penting untuk segera melaporkan kejadian semacam ini ke pihak berwajib agar dapat segera ditindaklanjuti.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan