
Kecelakaan Maut di Jalan Soekarno-Hatta, Tuban
Pada Senin (20/10/2025) sekitar pukul 04.00 WIB, terjadi kecelakaan maut yang melibatkan pengendara motor dan truk di Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di Desa Bogorejo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban. Insiden tersebut mengakibatkan seorang pengendara motor bernama Biniswatin (40) meninggal di tempat kejadian perkara (TKP).
Biniswatin merupakan warga Dusun Jabung, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Ia baru saja pulang dari belanja sayur di pasar. Korban mengalami luka parah setelah menabrak truk trailer yang sedang parkir di pinggir jalan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kanit Gakkum Satlantas Polres Tuban, Iptu Eko Sulistyono, mengonfirmasi kecelakaan yang merenggut nyawa satu orang tersebut. Menurutnya, kecelakaan bermula ketika korban mengendarai motor Honda Scoopy bernopol S-5099-HW dari arah selatan ke utara. Diduga, korban kurang konsentrasi hingga akhirnya menabrak bagian belakang truk trailer bernopol H-9501-OH yang sedang parkir.
Hantaman keras dari sepeda motor membuat truk mengalami kerusakan pada roda kiri. Pengemudi truk adalah Suwarno (50), warga Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
“Diduga korban kurang konsentrasi sehingga menabrak bagian belakang truk,” ujar Iptu Eko Sulistyono.
Akibat benturan keras, bagian depan motor korban mengalami ringsek. Biniswatin pun harus dilarikan ke RSUD dr. R. Koesma Tuban untuk menjalani perawatan medis akibat luka-luka yang dideritanya.
“Korban saat ini masih mendapatkan perawatan di RSUD dr. R. Koesma Tuban,” imbuhnya.
Petugas Satlantas yang datang ke lokasi langsung melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, serta memintai keterangan saksi. Untuk kerugian materiil akibat kecelakaan tersebut ditaksir mencapai Rp 2 juta.
Iptu Eko juga mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati saat berkendara, terlebih di waktu dini hari. Ia berpesan agar masyarakat selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas, dan beristirahat jika merasa capek.
“Kalau kondisi tubuh lelah atau mengantuk, lebih baik berhenti dan istirahat,” pungkasnya.
Penyebab Kecelakaan dan Pelajaran yang Didapat
Berdasarkan informasi yang diperoleh, kecelakaan ini disebabkan oleh kurangnya konsentrasi korban saat berkendara. Hal ini menjadi peringatan bagi para pengemudi untuk selalu waspada, terutama di jalanan yang padat atau dalam kondisi gelap.
Beberapa hal yang bisa dipetik dari kejadian ini antara lain:
- Pengemudi harus selalu memperhatikan lingkungan sekitar dan tidak mengabaikan rambu-rambu lalu lintas.
- Pemotor perlu memastikan kondisi kendaraannya dalam keadaan baik sebelum berkendara.
- Jangan berkendara dalam keadaan lelah atau mengantuk karena dapat menyebabkan kecelakaan serius.
Selain itu, kecelakaan ini juga mengingatkan kita bahwa kesadaran diri sebagai pengguna jalan sangat penting. Setiap pengemudi harus sadar bahwa tindakan mereka bisa berdampak pada kehidupan orang lain.
Tindakan yang Dilakukan Petugas
Setelah kecelakaan terjadi, petugas Satlantas segera tiba di lokasi kejadian. Mereka melakukan beberapa langkah penting, seperti:
- Melakukan olah TKP untuk mengetahui penyebab kecelakaan.
- Mengamankan barang bukti, termasuk kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan.
- Meminta keterangan dari saksi-saksi yang ada di lokasi.
Dengan tindakan cepat dan profesional dari petugas, proses penyelidikan dapat berjalan lancar dan membantu menentukan penyebab kecelakaan secara akurat.
Kesimpulan
Kecelakaan yang terjadi di Jalan Soekarno-Hatta, Tuban, menjadi peringatan bagi masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati saat berkendara. Terutama di jam-jam tertentu, seperti dini hari, ketika visibilitas rendah dan risiko kecelakaan meningkat. Dengan kesadaran diri dan disiplin dalam berkendara, kita bisa mencegah terjadinya kecelakaan serupa di masa depan.