
Peninjauan Dapur MBG dan Distribusinya

Ibu Negara Brasil, Janja Lula da Silva, melakukan peninjauan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta. Kunjungan ini dilakukan pada Jumat (24/10) pagi, saat ia tiba di lokasi pukul 10.00 WIB dengan pengawalan dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Ia disambut oleh Plh. Sestama Badan Gizi Nasional (BGN), Lili Khamiliyah, beserta jajaran pejabat BGN lainnya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Janja yang mengenakan gaun berwarna biru tampak ramah dan antusias saat menerima sambutan. Peninjauan berlangsung sekitar 20 menit. Setelah keluar dari lokasi, Janja tampak menerima dua kantong bingkisan berwarna merah sebelum kembali ke mobil dinasnya.
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke SD Angkasa 05, yang berlokasi tidak jauh dari dapur MBG, untuk meninjau langsung proses distribusi makanan bergizi gratis kepada para siswa.
Beri Pesan di Spanduk Sekolah

Di tengah kunjungannya, Janja diminta oleh para guru untuk menandatangani spanduk anti-perundungan yang terpajang di dinding lobi sekolah. Ia dengan senang hati menulis pesan dalam bahasa Portugis: “Pendidikan + makanan + cinta = solidaritas.”
Dengan spidol bertinta merah, Janja menggambar pola tangan kanannya menggunakan tangan kirinya. Pesan tersebut menunjukkan kepeduliannya terhadap pendidikan dan kesejahteraan anak-anak.
Puji Program MBG Prabowo

Juru Bicara Badan Gizi Nasional (BGN), Dian Fatwa, menyampaikan bahwa Ibu Negara cukup impressed dengan pencapaian program MBG Indonesia. Menurutnya, meskipun program ini baru berjalan selama 10 bulan, sudah mampu memberikan manfaat kepada lebih dari 30 juta anak.
“Kami baru 10 bulan sudah mampu memberikan benefit kepada lebih dari 30 juta anak. Belum terhitung dengan ibu-ibu hamil dan juga anak di bawah 5 tahun,” tambahnya.
Program MBG di Brasil telah berjalan sejak tahun 1955 dan baru mencapai 40 juta anak. Namun, Indonesia berhasil mencapai angka yang lebih besar dalam waktu singkat.
Sampaikan Saran untuk MBG

Janja memberikan beberapa saran bagi BGN dalam menjalankan program MBG. Pertama, ia menyarankan agar bahan pangan lokal diambil oleh dapur setempat. Hal ini sudah menjadi aturan dalam program School Meal di Brasil.
Selain itu, Janja menyarankan agar MBG membuat sistem dapur di sekolah seperti yang dilakukan di Brasil. Sistem ini akan diterapkan di daerah terpencil, termasuk daerah 3T (tertinggal, terdepan, terpencil).
Menurut Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Pangan, Nani Hendiarti, Janja juga menyarankan agar MBG memakai tenaga perempuan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesempatan kerja bagi kaum wanita.
Terakhir, Janja menyarankan penggunaan teknologi biodigester untuk menghasilkan energi terbarukan. Teknologi ini bisa digunakan untuk memasak dan membuka peluang ekosistem baru.
Doyan Kelengkeng

Saat mengunjungi dapur MBG, Janja tertarik dengan buah kelengkeng yang disiapkan untuk siswa. Dia bahkan mencicipi langsung kelengkeng yang disediakan.
Setelah mencoba, ia meminta kelengkeng dibungkus dan membawa pulang menggunakan tas berwarna merah. Janja bahkan menenteng sendiri kelengkeng yang dibungkus dari dapur MBG.
Menurut jubir internasional BGN, Dian Islamiati, Ibu Negara Brasil sangat suka kelengkeng. Ia ingin mencoba makanan baru dan langsung meminta bungkus kelengkeng untuk dibawa pulang.
“Mereka kita bawakan di tas merah ada foto dia bawa tas merah dan senang bisa ngebungkus kelengkeng dari dapur Halim,” tambah dia.