Ibu Rumah Tangga Tewas Usai Minum Pupuk Cair di Amfoang NTT

admin.aiotrade 10 Nov 2025 3 menit 15x dilihat
Ibu Rumah Tangga Tewas Usai Minum Pupuk Cair di Amfoang NTT
Ibu Rumah Tangga Tewas Usai Minum Pupuk Cair di Amfoang NTT

Kematian Seorang Ibu Rumah Tangga Diduga Akibat Keracunan Pupuk Cair

Seorang ibu rumah tangga di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, ditemukan meninggal dunia setelah diduga melakukan bunuh diri dengan meminum pupuk cair jenis Bio Boost. Peristiwa ini terjadi pada hari Kamis (6/11/2025) sore dan menjadi perhatian masyarakat setempat.

Peristiwa Mencemaskan yang Terjadi

Margarita Sabneno (37), warga RT 004/RW 002 Dusun II, Desa Timau, Kecamatan Amfoang Barat Laut, ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri setelah meminum pupuk cair tersebut. Anak korban, Erwin F. Banu (7), memberitahu tetangga bahwa ibunya meminum "obat" dan tertidur dalam posisi lurus. Tetangga kemudian mendatangi rumah korban dan menemukan Margarita dalam keadaan kritis.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Di sekitar tubuh korban ditemukan jerigen putih berisi cairan pupuk dengan tutup berwarna oranye. Saksi mencoba memberikan pertolongan dengan air kelapa merah dan bubur, serta menyarankan korban untuk berobat ke puskesmas. Namun, korban menolak dan mengaku sudah merasa lebih baik.

Kondisi Memburuk dan Kematian

Keesokan harinya, Jumat (7/11/2025) pagi, kondisi korban memburuk. Ia sempat mengeluh sakit perut dan mengalami kejang-kejang sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia oleh tenaga medis dari Pustu Desa Timau sekitar pukul 09.50 WITA.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan tanda-tanda keracunan, seperti nadi tidak teraba, wajah membengkak dan menghitam, serta bibir dan konjungtiva berwarna pucat kehitaman. Korban diduga meninggal akibat keracunan pupuk cair jenis Bio Boost yang biasanya digunakan untuk tanaman dan hewan.

Penolakan Autopsi dan Imbauan dari Pihak Kepolisian

Pihak keluarga menyatakan menerima kematian korban sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Pernyataan penolakan tersebut dituangkan dalam surat resmi kepada pihak kepolisian.

Ipda Hironimus Neni, Wakapolsek Amfoang Utara, menyampaikan bahwa kasus ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih peduli terhadap sesama di sekitar kita. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak menyimpan atau menggunakan bahan kimia berbahaya tanpa pengawasan.

Upaya Pencegahan Bunuh Diri di Wilayah Pedesaan

Ia menambahkan, pihaknya bersama perangkat desa dan Bhabinkamtibmas akan terus melakukan upaya pencegahan tindakan bunuh diri di wilayah pedesaan Kecamatan Amfoang Utara.

Berikut adalah beberapa langkah penting yang dapat diambil masyarakat untuk mencegah kejadian serupa:

  • Peningkatan kesadaran akan bahaya bahan kimia – Masyarakat harus memahami risiko penggunaan bahan kimia yang tidak tepat, termasuk pupuk cair yang bisa berdampak fatal jika dikonsumsi.
  • Keterlibatan komunitas – Masyarakat perlu saling mengawasi dan memberikan dukungan emosional kepada anggota yang mungkin mengalami stres atau masalah psikologis.
  • Edukasi tentang kesehatan mental – Pentingnya edukasi tentang kesehatan mental dan cara mengenali tanda-tanda seseorang dalam keadaan krisis.
  • Koordinasi dengan pihak berwenang – Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan situasi yang mencurigakan kepada aparat setempat atau lembaga kesehatan.


Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan