Kasus Kematian Faizah Soraya: Isu Penahanan Alham Siagian Terbantah
Beberapa waktu lalu, isu mengejutkan muncul terkait kasus kematian Faizah Soraya (42), yang ditemukan tewas bersimbah darah di kamar lantai satu rumahnya di Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Sumatera Utara, pada Rabu (10/12/2025). Peristiwa ini langsung mengundang perhatian publik karena korban meninggal secara tidak wajar di dalam rumahnya sendiri.
Dalam perkembangan awal penyelidikan, Faizah diduga dibunuh oleh anak kandungnya sendiri, AL (12), yang masih duduk di bangku kelas 6 sekolah dasar. Dugaan ini pun menuai beragam reaksi dari masyarakat. Sejumlah netizen merasa janggal dengan kronologi kematian Faizah dan mulai mengarahkan kecurigaan kepada sang ayah, Alham Siagian.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Di tengah spekulasi yang berkembang, muncul kabar bahwa Alham telah ditetapkan sebagai tersangka dan kini mendekam di penjara. Namun, informasi tersebut belakangan diketahui tidak benar. Kabar penahanan Alham terpatahkan setelah beredar sebuah video di media sosial TikTok. Dalam video tersebut, Alham terlihat sedang nongkrong santai di sebuah kafe.
Rekaman itu disebut dibuat oleh seorang wanita yang diduga merupakan kerabat Alham. Wanita tersebut secara tegas membantah isu yang menyebut Alham dipenjara, sekaligus menepis rumor yang terlanjur menyebar luas di media sosial. "Ini hari apa?" tanya wanita tersebut. "Ini hari Senin, tanggal 15 Desember 2025," jawab kerabatnya yang lain sambil tertawa. Wanita tersebut lalu mengarahkan kamera ponselnya ke Alham. Alham terlihat memakai polo shirt berwarna putih. Ia duduk di kursi sambil merokok, dan berbincang dengan sejumlah rekannya.

Keluarga Merasa Janggal
Saudara korban, Dimas, mengatakan Alham pernah ketahuan berselingkuh. "Sebagai seorang manager di Telkomokondo beberapa kali ketahuan selingkuh," tulis Dimas di postingan yang sudah diizinkan untuk dikutip. Ia juga mengatakan hubungan rumah tangga Alham dengan Soraya sudah tidak lagi harmonis. "Dalam 5 tahun terakhir suami korban doyan selingkuh dan diduga ada hutang (mungkin akibat judol)," tulis Dimas.
Dimas mengungkap meski begitu Faizah Soraya menolak bercerai. "Si korban tidak mau bercerai karena korban adalah anak dari orang tua yang bercerai. Korban tidak mau anaknya merasakan seperti apa yang dia rasakan jadi korban perpisahan," katanya. Dimas lantas tak percaya terduga AL yang tega membunuh ibu kandungnya sendiri.
"Izin klarifikasi karna ini keluarga saya, Kejadian subuh pagi, diduga si adek bunuh mamanya. Kami sekeluarga gak percaya karna alasan yang gak masuk di logika bahwa adeknya dendam karna kakaknya di marahin mama nya," tulis akun itu. Bahkan keluarga menaruh curiga pada Alham.
"Dan yang buat kami gak percaya adalah sebelum kejadian si jantan ini selingkuh dan udah minta cerai tapi si istri gak mau dan udah pisah ranjang dan ntah kenapa bisa balik lagi kerumah itu," tulisnya lagi. Keluarga pun heran kenapa Alham tidak mendengar teriakan Faizah saat kejadian. Ia mengaku hanya melihat putri bungsunya memegang pisau.
"Dan semua adalah alibi si ayah nya bilang adeknya di kamar megang pisau bunuh mama nya dan dia katanya tidur di atas jadi gak dengan katanya tolong pak polisi selidiki ini jantan dan sekarang si jantan ini bisa keluar kemana2 logika ini adek masih kelas 6 SD bukan SMP ya kawan2 dan luka tusuk ada 20 tusukan logika aja gak teriak mamaknya klok gak di bekap," tulisnya lagi.
Kata Polisi
Di tengah penyelidikan, muncul isu di media sosial terkait dugaan masalah rumah tangga korban, termasuk kabar perselingkuhan dan rencana perceraian. Namun, informasi tersebut belum terkonfirmasi dan masih didalami oleh kepolisian. Kanit PPA Polrestabes Medan Iptu Dearma Agustina meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.