Identitas Kerangka di Gedung Kwitang Terungkap: Reno dan Farhan

admin.aiotrade 07 Nov 2025 4 menit 17x dilihat
Identitas Kerangka di Gedung Kwitang Terungkap: Reno dan Farhan

Identifikasi Kerangka di Gedung Kwitang sebagai Reno dan Farhan


Dua kerangka manusia yang ditemukan di reruntuhan Gedung ACC Kwitang, Jakarta Pusat, akhirnya teridentifikasi sebagai Reno Syahputra Dewo dan Muhammad Farhan Hamid. Keduanya diketahui hilang sejak kericuhan usai demonstrasi pada akhir Agustus 2025 lalu. Hasil tes DNA memastikan identitas keduanya, sekaligus menepis dugaan bahwa mereka menjadi korban kekerasan. Polisi menyebut Reno dan Farhan meninggal dunia akibat terjebak di dalam gedung yang terbakar.

Hasil Tes DNA Pastikan Kerangka di Gedung Kwitang Adalah Reno dan Farhan

Hasil pemeriksaan DNA mengungkap dua kerangka yang ditemukan di lokasi kebakaran Gedung ACC Kwitang merupakan Reno Syahputra Dewo dan Muhammad Farhan Hamid. “Dari hasil pemeriksaan bahwa nomor postmortem 0080 cocok dengan antemortem 002 sehingga teridentifikasi sebagai Reno Syahputradewo anak biologi dari Bapak Muhammad Yasin,” ujar Karo Labdokkes Polri Brigjen Sumy Hastry Purwanti.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan


Farhan dan Reno dilaporkan hilang sejak 29 Agustus saat aksi demonstrasi berujung rusuh di Kwitang. Keduanya ditemukan dalam kondisi kerangka di antara puing bangunan yang hangus terbakar. “Dari hasil pemeriksaan bahwa nomor postmortem 0081 cocok dengan antemortem 001 sehingga teridentifikasi sebagai Muhammad Farhan Hamid,” tambah Hastry.


Penemuan kerangka Reno dan Farhan baru terjadi dua bulan setelah insiden kebakaran. Polisi menjelaskan keterlambatan itu disebabkan proses pembersihan gedung yang baru dilakukan belakangan. “Kenapa bisa lama tidak ditemukan karena sejak terbakar hingga ditemukan, tidak ada kegiatan pembersihan atau pembongkaran puing-puing. Jenazah baru terlihat setelah bagian-bagian itu dibuka,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra.


Kondisi di lokasi yang penuh puing dan material terbakar membuat proses pencarian dan identifikasi berjalan lambat. “Jenazah sudah dalam bentuk kerangka dengan sisa bagian tubuh akibat terbakar. Dalam kondisi seperti itu, bau yang muncul sama dengan bau material terbakar. Baru setelah waktu berjalan, bau pembusukan tubuh manusia mulai tercium jelas,” jelas Brigjen Hastry.

Jenazah Reno dan Farhan Diserahkan ke Keluarga

Setelah proses identifikasi selesai, RS Polri Kramat Jati menyerahkan jenazah Reno dan Farhan kepada keluarga mereka pada Jumat (7/11). Pemakaman dijadwalkan berlangsung esok harinya. “Pada kesempatan hari ini akan secara berjenjang dari pihak Rumah Sakit Polri diserahkan kepada penyidik Polda Metro Jaya, setelah itu dari pihak Polda Metro Jaya akan menyerahkan kepada keluarga almarhum,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budhi Hermanto.


Keluarga menyatakan menerima hasil penyelidikan dan bersiap memakamkan kedua korban di lokasi yang belum ditentukan. “Dititipkan dulu,” ujar Hamidi, ayahanda Farhan, ketika ditanya soal jenazah yang masih disimpan di RS Polri.

Polisi: Reno dan Farhan Bukan Korban Pembunuhan

Polda Metro Jaya menegaskan bahwa Reno dan Farhan bukan korban pembunuhan, melainkan terjebak di dalam gedung yang terbakar saat kericuhan terjadi. “Bukan (korban pembunuhan). Yang bersangkutan terperangkap di gedung yang terbakar pada saat aksi kerusuhan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto.


Kedua jenazah ditemukan berdekatan di lantai dua gedung dan tidak bisa menyelamatkan diri karena ruangan tersebut dipasangi teralis besi. “Saling berdekatan (dua jenazah), kedua (jenazah) itu di lantai dua yang terjebak juga karena memang di lantai dua itu di teralis, jadi tidak bisa untuk melarikan diri,” ujar Budi.

Tangis Keluarga Farhan dan Reno Pecah di RS Polri Kramat Jati

Tangis pilu mewarnai suasana di RS Polri Kramat Jati saat pihak rumah sakit dan aparat kepolisian mengumumkan bahwa dua kerangka yang ditemukan di Gedung ACC Kwitang, Jakarta Pusat, adalah almarhum Reno Syahputra Dewo dan Muhammad Farhan Hamid. Korban hilang setelah demonstrasi kericuhan pada akhir Agustus 2025.


“Kita lebih ke arah syok sih. Kita mau ngapain nih habis ini. Kalau untuk janggal kayaknya enggak sih. Tapi kalau seandainya ada upaya ke depannya, ya kita masih mau diskusi dulu dengan keluarga,” kata Kakak Sepupu Reno, Dani Aji Nagara. Dalam sesi pengumuman tersebut, terlihat kakak kandung Farhan, Abraham, menangis tersedu sambil ditenangkan oleh sejumlah orang. Keluarga kini masih mempertimbangkan langkah selanjutnya terkait pemakaman kedua korban, sementara mereka terus melacak kronologi hilangnya Reno dan Farhan bersama organisasi pendamping. “Saya udah nyari ke Kwitang terus ke Mako Brimob, gak ada, kita cari ke rumah sakit sekitar situ macem-macem gak ada,” ujar Dani.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan