
aiotrade, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan mengalami tekanan pada pekan depan. Secara teknikal, indikator menunjukkan adanya tren pelemahan yang berpotensi membawa indeks menguji level psikologis baru.
Valdy Kurniawan, Head of Research Phintraco Sekuritas, menjelaskan bahwa pada penutupan perdagangan Jumat (19/12/2025), IHSG berada di zona merah dengan level 8.609,55 atau terkoreksi sebesar 0,10%. Pelemahan ini sejalan dengan nilai tukar rupiah yang kembali melemah ke level Rp16.750 per dolar AS.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Secara teknikal, IHSG ditutup di bawah level MA5 dan MA20. Negative slope MACD melebar dan Stochastic RSI melemah di area oversold namun belum menunjukkan indikasi reversal,” ujar Valdy.
Berdasarkan analisis tersebut, Phintraco Sekuritas menetapkan area support IHSG di level 8.500, dengan titik pivot di 8.600, dan resistance di level 8.700. Valdy memperkirakan bahwa indeks komposit juga berpotensi melanjutkan koreksi untuk menguji rentang 8.500–8.550 dalam jangka pendek.
Dari sisi domestik, pasar sedang memantau kinerja sektor otomotif yang mengalami pelemahan. Data penjualan mobil nasional pada November 2025 tercatat turun 0,8% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi 74.252 unit. Meski melambat dibanding penurunan Oktober sebesar 4,4% YoY, total penjualan sepanjang Januari–November 2025 hanya mencapai 710.000 unit atau terkoreksi sekitar 10% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Sentimen semakin menantang setelah pemerintah mengindikasikan tidak akan melanjutkan insentif kendaraan listrik (EV) pada 2026. Langkah ini bertujuan mendorong produsen membangun fasilitas produksi lokal di Indonesia.
Di sisi internasional, Bank of Japan (BoJ) baru saja menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 0,75%, level tertinggi dalam 30 tahun terakhir. “Kenaikan ini merupakan yang kedua kalinya pada 2025. BoJ memberi sinyal potensi kenaikan lanjutan jika inflasi tetap tinggi, meskipun yen Jepang justru melemah karena ketidakpastian frekuensi kenaikan berikutnya,” ucap Valdy.
Meski IHSG cenderung bergerak di zona merah, Valdy menyatakan investor dapat mencermati sejumlah saham yang memiliki fundamental solid atau potensi teknikal menarik untuk diperdagangkan pekan depan.
Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham pilihan, di antaranya:
- PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO)
- PT Indosat Tbk. (ISAT)
- PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN)
- PT Mayora Indah Tbk. (MYOR)
- PT Midi Utama Indonesia Tbk. (MIDI)
- PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR)
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. aiotrade tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.