
Pergerakan IHSG dan Prediksi Analis
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah sebesar 0,92% atau 80,44 poin menjadi 8.620,48 pada akhir perdagangan Kamis (11/12/2025). Meski mengalami penurunan, beberapa analis memperkirakan bahwa IHSG memiliki peluang untuk menguat dalam perdagangan Jumat (12/12/2025).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Herditya Wicaksana, Head of Retail Research MNC Sekuritas, menyatakan bahwa IHSG berpotensi naik pada perdagangan Jumat dengan level support di 8.591 dan resistance di 8.669. Ia menilai bahwa sentimen pergerakan indeks hari ini cenderung rebound secara teknikal. Investor masih akan memantau perkembangan geopolitik global yang bisa memengaruhi pasar.
Herditya juga memberikan rekomendasi saham-saham yang layak diperhatikan oleh investor. Beberapa saham yang disarankan antara lain BBKP dengan target harga Rp 79 hingga Rp 82 per saham, NICL dengan target harga Rp 1.175 hingga Rp 1.235 per saham, serta WIFI dengan target harga Rp 4.390 hingga Rp 4.530 per saham.
Perkembangan Teknis dan Prediksi Koreksi
Di sisi lain, Alrich Paskalis Tambolang, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, melihat bahwa secara teknikal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membentuk Death Cross pada indikator MACD. Hal ini mengindikasikan potensi pelemahan indeks yang masih berlanjut.
Alrich memprediksi bahwa koreksi IHSG kemungkinan akan terus berlangsung pada perdagangan Jumat (12/12/2025) dan mencoba menguji level support di rentang 8.550 hingga 8.600. Selain itu, ia juga menyoroti situasi geopolitik di kawasan ASEAN yang semakin memanas, khususnya bentrokan perbatasan antara Thailand dan Kamboja. Situasi ini bisa meningkatkan risiko geopolitik yang berdampak pada pasar modal.
Selanjutnya, investor akan menantikan pertemuan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada pekan depan (17/12). Alrich menekankan bahwa para investor akan memperhatikan pergerakan rupiah, khususnya apakah BI akan kembali menurunkan suku bunga pada pertemuan terakhir di tahun ini.
Perkembangan Rupiah dan Rekomendasi Saham
Rupiah menguat pada level Rp 16.665 per dolar AS di perdagangan Kamis (11/12), seiring dengan pelemahan indeks dolar AS. Pergerakan ini menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi kebijakan moneter Bank Indonesia.
Alrich juga memberikan rekomendasi saham-saham yang layak diperhatikan oleh investor pada perdagangan Jumat (12/12/2025). Beberapa saham yang disarankan antara lain SMGR, INTP, RATU, PYFA, dan PTRO. Investor diminta untuk tetap waspada terhadap perubahan kondisi pasar dan menjaga strategi investasi yang sesuai dengan profil risiko masing-masing.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi IHSG
Beberapa faktor utama yang memengaruhi pergerakan IHSG antara lain:
- Sentimen Teknis: IHSG cenderung rebound secara teknikal, meskipun masih ada potensi pelemahan.
- Perkembangan Geopolitik: Bentrokan perbatasan antara Thailand dan Kamboja serta situasi global dapat memengaruhi investor.
- Kebijakan Moneter: Pertemuan RDG Bank Indonesia menjadi fokus utama investor.
- Pergerakan Rupiah: Stabilitas rupiah menjadi indikator penting bagi kebijakan moneter dan pasar modal.
Investor disarankan untuk terus memantau perkembangan tersebut dan mengambil keputusan investasi secara bijak.