IHSG Berpeluang Naik, Saham Bank Jumbo Jadi Favorit Analis

admin.aiotrade 15 Des 2025 3 menit 14x dilihat
IHSG Berpeluang Naik, Saham Bank Jumbo Jadi Favorit Analis

Pergerakan IHSG dan Rekomendasi Saham

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak bervariasi pada perdagangan hari ini, Selasa (16/12). Beberapa analis merekomendasikan saham-saham dari bank besar seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), hingga PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Analis BinaArtha Sekuritas, Ivan Rosanova, menyatakan bahwa IHSG ditutup turun 0,13% atau 10,84 poin ke level 8.649 pada perdagangan kemarin (15/12). Menurutnya, indeks telah menembus level 8.690, namun masih di bawah resistance 8.742.

Untuk melanjutkan tren naik sebelumnya, IHSG perlu melampaui level resistance tersebut menuju 8.877. Pada perdagangan hari ini (16/12), Ivan memperkirakan level support indeks berada di Rp 8.493, 8.361, 8.255 dan resistance di Rp 8.742, 8.877, 8.941.

“Indikator MACD menunjukkan adanya momentum netral,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip Selasa (16/12).

Pengertian Support dan Resistance

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.

Sedangkan resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.

MACD adalah indikator yang digunakan untuk mengukur kekuatan dan arah tren harga saham. Garis MACD yang terus menanjak menunjukkan tren naik alias positive slope berlanjut dan momentum beli tetap kuat.

Rekomendasi Saham dari Ivan Rosanova

Ivan memberikan beberapa saham yang dapat diperhatikan investor, antara lain:

  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), ambil untung (take profit) sebagian di level 8.450 sebagai target harga terdekat
  • PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), beli di level 4.030 - 4.130 dengan target harga terdekat ke level 4.600
  • PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), take profit sebagian di level 3.830 sebagai target harga terdekat
  • PT Barito Pacific Tbk (BRPT), take profit sebagian di level 3.990 sebagai target harga terdekat
  • PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), beli di level 56 - 61 dengan target terdekat ke level 75.

Rekomendasi Saham dari Phintraco Sekuritas

Selain itu, analis Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham-saham berikut:

  • PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)
  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
  • PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN)
  • PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)

Analis Phintraco Sekuritas menilai secara teknikal indikator Stochastic RSI mendekati area oversold, meski belum menunjukkan sinyal pembalikan arah. Di sisi lain, MACD membentuk pelebaran histogram negatif dan IHSG kembali ditutup di bawah level MA5.

“Dengan kondisi itu, IHSG diperkirakan bergerak sideways di kisaran 8.600–8.750,” tulis Phintraco Sekuritas.

Kondisi Eksternal

Dari eksternal, mayoritas indeks bursa Asia ditutup melemah pada perdagangan kemarin, seiring pelaku pasar mencermati rilis data ekonomi Cina. Produksi industri Cina pada November tercatat tumbuh 4,8% secara tahunan atau year on year (yoy), melambat dari 4,9% yoy pada Oktober dan di bawah perkiraan 5,4% yoy.

Pertumbuhan penjualan ritel Negeri Tirai Bambu itu juga melambat menjadi 1,3% yoy dari 2,9% yoy pada Oktober, serta jauh di bawah ekspektasi pasar 3,3% yoy. Capaian ini menjadi yang terendah sejak Desember 2022, meski pemerintah Cina masih menggulirkan berbagai stimulus ekonomi.

Sementara dari Jepang, rilis indeks Tankan kuartal keempat 2025 menunjukkan optimisme bisnis di kalangan produsen besar meningkat ke level tertinggi dalam empat tahun terakhir.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan