IHSG Berpotensi Melemah, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

admin.aiotrade 21 Des 2025 2 menit 14x dilihat
IHSG Berpotensi Melemah, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini


aiotrade.CO.ID - JAKARTA.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pergerakan yang tidak stabil sepanjang minggu terakhir dan ditutup pada penurunan sebesar 0,10% ke level 8.609,55.

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, menjelaskan bahwa pergerakan IHSG dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah pelemahan nilai tukar rupiah yang mendekati angka Rp 16.730 per dolar AS, sementara indeks dolar AS sedang menguat. Selain itu, pasar juga merespons keputusan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan di tingkat 4,75% sebagai upaya menjaga stabilitas nilai tukar.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Untuk perdagangan pada Senin (22/12/2025), Audi memproyeksikan IHSG akan bergerak dalam kondisi campuran dengan kecenderungan melemah. Secara teknikal, IHSG diperkirakan berada dalam rentang support 8.500 hingga resistance 8.690. Indikator MACD menunjukkan adanya pelemahan tren, sehingga investor perlu waspada terhadap potensi penurunan lebih lanjut.

“Menjelang akhir tahun, aktivitas transaksi diperkirakan akan menurun. Hal ini membuat sentimen eksternal menjadi lebih dominan dalam memengaruhi pergerakan indeks,” ujar Audi kepada aiotrade, Minggu (21/12/2025).

Dari sisi eksternal, pelaku pasar sedang memantau rencana pengumuman Presiden AS Donald Trump terkait kandidat Ketua The Fed. Menurut Audi, hal ini bisa berdampak pada arah kebijakan moneter global. Terutama, ekspektasi dot plot The Fed kemungkinan akan menjadi lebih dovish, yang bisa memengaruhi pasar keuangan secara keseluruhan.

Selain itu, kenaikan harga aset safe haven seperti emas yang mencapai US$ 4.342 per ons troi serta penguatan harga perak menjadi US$ 65,5 per ons troi atau naik 120% secara year-to-date, berpotensi menjadi sentimen positif bagi saham-saham yang terkait dengan komoditas logam mulia.

Dalam hal strategi perdagangan, Audi merekomendasikan saham ARCI dengan strategi buy on weakness di area support Rp 1.480 dan resistance Rp 1.845. Sementara itu, saham JSMR direkomendasikan untuk trading buy dengan support Rp 3.360 dan resistance Rp 3.570.

“Di tengah situasi pasar yang cenderung sepi, investor disarankan tetap selektif dan memperhatikan saham-saham yang memiliki katalis sektoral yang jelas,” tambah Audi.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan