
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampaknya masih rentan terkoreksi dalam perdagangan saham pada hari Senin (22/12). Sebelumnya, IHSG ditutup turun sebesar 0,10% menjadi 8.609 pada perdagangan hari Jumat (19/12).
Menurut analis MNC Sekuritas Indonesia, Herditya Wicaksana, pergerakan IHSG masih dibayangi oleh tekanan jual meskipun mulai mereda dan telah melewati rata-rata bergerak 20 hari (MA20). Dengan situasi ini, IHSG diperkirakan akan melanjutkan koreksi dalam jangka pendek untuk menguji area 8.464–8.560, sekaligus menutup celah (gap).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Namun, dalam skenario terburuk, IHSG sudah menyelesaikan wave (1) dan akan terkoreksi cukup dalam ke area 8.000-an,” tulis Herditya dalam risetnya, Senin (22/12).
MNC Sekuritas menetapkan level support IHSG berada di 8.553 dan 8.493. Sementara itu, resistance terdekat berada di 8.714 dan 8.821.
Support adalah area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada suatu waktu. Ketika harga menyentuh support, biasanya harga akan kembali naik karena daya beli saham meningkat.
Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya terjadi aksi jual besar-besaran hingga laju kenaikan harga terhambat.
MNC Sekuritas merekomendasikan strategi buy on weakness untuk beberapa saham. Contohnya, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), dengan rekomendasi akumulasi beli di rentang Rp 1.235–Rp 1.330. Target harga untuk saham ini adalah Rp 1.555–Rp 1.655, sementara stoploss di bawah Rp 1.165.
Selain ENRG, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) direkomendasikan untuk buy on weakness pada area Rp 1.195–Rp 1.240. Target harga mencapai Rp 1.325–Rp 1.405, dengan stoploss di bawah Rp 1.165.
Untuk PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), disarankan buy on weakness pada level Rp 7.850–Rp 7.950. Target harga yang ditetapkan adalah Rp 8.200 dan Rp 8.475, sementara stoploss jika harga turun di bawah Rp 7.725.
Di sisi teknikal, Phintraco Sekuritas menyebut bahwa IHSG akan ditutup di bawah rata-rata pergerakan MA5 dan MA20. Indikator MACD juga menunjukkan kecenderungan negatif dengan pelebaran slope, sementara Stochastic RSI terus melemah di area oversold tanpa adanya sinyal pembalikan arah.
Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan masih memiliki peluang untuk melanjutkan koreksi dan menguji area support di kisaran 8.500–8.550.
Phintraco Sekuritas merekomendasikan beberapa saham, antara lain: PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), PT Indosat Tbk (ISAT), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR).