IHSG Capai Rekor Tertinggi, Saham Prajogo Dorong Kenaikan Indeks

admin.aiotrade 06 Okt 2025 3 menit 29x dilihat
IHSG Capai Rekor Tertinggi, Saham Prajogo Dorong Kenaikan Indeks

IHSG Capai Level Tertinggi Sejarah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatatkan penutupan di level tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH). Penguatan ini terutama didorong oleh kinerja saham yang sangat baik dari emiten milik Prajogo Pangestu pada perdagangan hari ini, Senin (6/10/2025). Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia, IHSG ditutup menguat sebesar 0,27% ke level 8.139,89. Selama sesi perdagangan, indeks bergerak dalam rentang 8.104,55 hingga 8.176,31. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 274 saham menguat, 443 melemah, dan 239 stagnan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Sebelumnya, IHSG pernah mencapai rekor tertinggi di level 8.126,55 pada 24 September 2025. Kenaikan IHSG kali ini menunjukkan tren positif yang kuat, terutama karena adanya kenaikan signifikan dari beberapa saham besar.

Kenaikan Signifikan dari Saham Prajogo Pangestu

Dari jajaran saham berkapitalisasi besar, beberapa emiten yang dimiliki oleh Prajogo Pangestu mencatatkan kenaikan yang luar biasa. PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) menjadi salah satu yang paling dominan dengan kenaikan sebesar 15,61% ke Rp2.000. Selain itu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) menguat 11,25% ke Rp1.780, PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) naik 4,45% ke Rp9.975, PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) menguat 3,90% ke Rp4.000, dan PT Chandra Daya Investasi Tbk. (TPIA) juga mengalami kenaikan sebesar 3,63% ke Rp7.850.

Selain saham-saham tersebut, beberapa emiten lain juga turut mengalami kenaikan. Misalnya, PT Multipolar Technology Tbk. (MLPT) menguat 10,00% ke Rp197.225, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) naik 5,18% ke Rp15.750, dan PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) menguat 3,16% ke Rp980.

Penurunan pada Sektor Perbankan

Di sisi lain, sejumlah saham perbankan besar mengalami pelemahan, sehingga memengaruhi laju IHSG. PT Bank Permata Tbk. (BNLI) terkoreksi sebesar 5,02%, sedangkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) turun 1,16%. Selain itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) melemah 0,99%, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) turun 0,81%, dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) melemah 0,33% ke Rp7.500.

Beberapa saham lain juga mengalami penurunan. PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) terkoreksi 0,05%, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) melemah 1,95% ke Rp3.010, dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) turun 1,96% ke Rp103.525 per lembar.

Proyeksi Analis untuk IHSG

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi, memproyeksikan bahwa IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju level resistance di 8.168 pada pekan ini. Dalam sepekan terakhir, IHSG ditutup menguat 0,23% ke level 8.118. Optimisme ini didukung oleh kombinasi faktor domestik seperti penguatan data konsumsi, penjualan kendaraan, dan stabilitas cadangan devisa, serta sentimen global positif dari potensi pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat.

Meskipun ada peluang untuk menguat, Imam menyatakan bahwa pekan ini tetap ada risiko koreksi jangka pendek. Hal ini bisa terjadi jika data domestik di bawah ekspektasi atau jika pidato Federal Reserve bersikap hawkish. Selain itu, ketidakpastian global seperti harga komoditas dan arus modal asing bisa menekan IHSG melemah dengan support di level 8.022.

Catatan Penting

Berita ini tidak bertujuan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. aiotrade.app tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan