
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini Jumat, 9 Januari 2026, ditutup di level 8.936,7 atau menguat 2,16 persen dibanding penutupan perdagangan pekan sebelumnya. IHSG bahkan sempat memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa atau All Time High di level 9.000 pada Kamis, 8 Januari 2026.
Analis ekuitas PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) David Kurniawan menjelaskan bahwa pergerakan IHSG dalam sepekan terakhir dipengaruhi oleh sejumlah sentimen. Di antaranya potensi kenaikan suku bunga di Jepang yang memicu penarikan likuiditas global.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Sentimen lainnya adalah lonjakan harga tambang dan energi. “Kenaikan harga komoditas global, terutama tembaga yang mencetak rekor tertinggi akibat permintaan teknologi Akal Imitasi dan kendaraan listrik, memberikan dorongan besar pada saham-saham sektor barang baku dan energi,” ucapnya lewat pernyataan resmi, Ahad, 11 Januari 2026.
Dari domestik ada sentimen January Effect, di mana manajer investasi melakukan reinvestasi portofolio di awal tahun. Sehingga IHSG mampu menembus level psikologis 9.000. Derasnya arus modal asing atau inflow juga memengaruhi. Bank Indonesia mencatat modal asing bersih yang masuk pada pekan pertama Januari sebesar Rp 1,44 triliun.
Perdagangan pekan depan hanya akan berlangsung selama empat hari yakni 12-15 Januari 2026. David optimistis IHSG masih berada di fase bullish atau bergerak positif.
Selain itu, ia mengimbau para trader saham dan investor untuk mencermati sentimen kunci pada pekan ini, yaitu rilis data neraca perdagangan (trade balance). "Pasar menantikan apakah surplus perdagangan Indonesia masih berlanjut di tengah fluktuasi harga komoditas global. Angka surplus yang kuat akan memperkokoh nilai tukar rupiah dan menjaga minat investor asing," ucapnya.
David menyarankan para trader memantau saham-saham uptrend atau saham yang grafik harganya naik, dengan money flow yang tinggi. Contohnya pada Jumat sore lalu terlihat money flow di sektor properti. Namun ia menekanan untuk mempertimbangkan risk management masing-masing.
Untuk perdagangan pekan depan, IPOT merekomendasikan pembelian emiten BSDE (PT Bumi Serpong Damai Tbk); buy on breakout emiten ARCI (PT Archi Indonesia Tbk); buy on pullback INDY (PT Indika Energy Tbk); dan Reksa Dana Saham Premier ETF IDX High Dividend 20 (XIHD).
Disclaimer: Berita ini merupakan hasil analisis PT Indo Premier Sekuritas (IPOT). Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.