IHSG Diperkirakan Naik di Akhir Tahun 2025, Saham Ini Jadi Rekomendasi

admin.aiotrade 29 Des 2025 3 menit 17x dilihat
IHSG Diperkirakan Naik di Akhir Tahun 2025, Saham Ini Jadi Rekomendasi


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan terus menguat pada perdagangan hari Selasa (30/12), setelah sebelumnya menutup perdagangan dengan kenaikan sebesar 1,25% ke level 8.644. Perkiraan ini menunjukkan bahwa IHSG akan tetap berada dalam tren positif di hari terakhir perdagangan bursa tahun 2025.

Beberapa analis merekomendasikan beberapa saham unggulan yang layak diperhatikan oleh investor, seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Petrosea Tbk (PTRO), dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA). Phintraco Sekuritas menyatakan bahwa IHSG memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan hari ini, dengan potensi menguji level resistance antara 8.670 hingga 8.725. Namun, indeks harus tetap bertahan di atas level 8.630 agar tren positif bisa berlanjut.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Proyeksi ini didasarkan pada analisis teknikal yang menunjukkan perbaikan momentum indeks. Broker tersebut menetapkan level support IHSG di Rp 8.550, sementara level resistance berada di Rp 8.725. Penguatan IHSG juga didukung oleh kenaikan volume beli, serta posisi indeks yang berada di atas level MA5 dan MA20.

Support adalah area harga saham tertentu yang dianggap sebagai titik terendah dalam periode tertentu. Ketika harga mencapai level ini, biasanya terjadi peningkatan pembelian sehingga harga kembali naik. Sementara itu, resistance adalah tingkat harga yang dianggap sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya terjadi aksi jual besar-besaran yang menghambat laju kenaikan harga.

MACD atau Moving Average Convergence Divergence adalah indikator yang digunakan untuk mengukur kekuatan dan arah tren harga saham. Garis MACD yang terus meningkat menunjukkan tren naik yang stabil dan momentum beli tetap kuat.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah ditutup melemah pada level Rp 16.788 per dolar AS di pasar spot pada perdagangan Senin (29/12), seiring penguatan indeks dolar AS. Beberapa mata uang Asia turut melemah, kecuali yen Jepang, dolar Taiwan, dan won Korea Selatan.

Memasuki awal tahun 2026, pelaku pasar akan memantau sejumlah rilis data ekonomi domestik. Indeks S&P Global Manufacturing PMI Indonesia pada Desember 2025 diperkirakan naik menjadi 53,6 dari 53,3 pada November. Sementara itu, inflasi Desember diperkirakan sebesar 0,2% secara bulanan (month to month), naik dari 0,17% pada November. Inflasi tahunan (year on year) diperkirakan berada di level 2,5% dari 2,72% pada bulan sebelumnya. Inflasi inti diperkirakan melandai menjadi 2,2% yoy dari 2,36% yoy.

Phintraco Sekuritas memberikan lima rekomendasi saham yang dapat diperhatikan investor hari ini, yaitu: * PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) * PT Petrosea Tbk (PTRO) * PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) * PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) * PT Amman Minerals Internasional Tbk (AMMN)

Sementara itu, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menyatakan bahwa IHSG berada dalam fase konsolidasi meski terjadi penguatan yang didukung oleh kenaikan volume pada perdagangan kemarin. Ia menjelaskan bahwa Stochastics KD dan RSI masih menunjukkan sinyal negatif.

Para pelaku pasar terus memantau ekspektasi suku bunga, indikator ekonomi, dan berita pendapatan menjelang akhir tahun 2025. Di sisi lain, mereka juga memperhatikan negosiasi antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy untuk mengakhiri perang Rusia dan Ukraina.

Dari sisi domestik, konsensus ekonom terbaru yang disurvei Bloomberg pada Desember 2025 memprediksi BI Rate akan turun 25 bps ke level 4,5% pada akhir kuartal pertama 2026 dan kemudian turun lagi 25 bps ke level 4,25% pada akhir kuartal kedua 2026. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan moneter BI akan pro-growth namun tidak agresif. Kebijakan moneter ini dianggap kredibel karena inflasi headline dan core akan tetap berada dalam target BI sekitar 2,5%.

Mirae Asset kemudian memberikan tiga rekomendasi saham yang dapat dicermati investor pada perdagangan hari ini, antara lain: * PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), beli di level 1.220 - 1.280 dengan target harga ke level 1.285, 1.320 dan 1.585 * PT Barito Pacific Tbk (BRPT), beli di level 3.120 - 3.340 dengan target harga ke level 3.350, 3.530 dan 3.810 * PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS), beli di level 250 - 280 dengan target harga ke level 284, 324 dan 386.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan