
aiotrade.CO.ID - JAKARTA.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan pada hari Rabu (10/12/2025) dengan kenaikan signifikan. IHSG ditutup di level 8.700,92 atau naik sebesar 0,51% setara 43,75 poin. Penguatan ini menunjukkan sentimen positif yang muncul dari pasar saham Indonesia.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menurut Nafan Aji Gusta, Senior Market Chartist dari Mirae Asset Sekuritas, IHSG masih berada dalam tren penguatan secara teknikal. Ia menyebutkan bahwa pelaku pasar mulai memperhitungkan kemungkinan adanya kebijakan pemangkasan suku bunga (rate cut) oleh The Fed dalam waktu dekat.
“Secara teknikal, IHSG masih dalam keadaan uptrend. Apalagi nanti para pelaku pasar akan ter-priced in oleh kebijakan rate cut oleh The Fed,” ujar Nafan kepada aiotrade, Rabu (10/12/2025).
Ia menekankan bahwa saat ini perhatian investor lebih tertuju pada rilis Summary of Economic Projections serta revisi dot plot terbaru dari The Fed. Kedua rilis tersebut dinilai menjadi penentu arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat ke depan. “Ini bisa memberikan petunjuk apakah kebijakan The Fed ke depan akan lebih hawkish atau lebih dovish. Itu yang benar-benar ditunggu oleh para pelaku pasar,” lanjutnya.
Nafan juga mengingatkan bahwa akan ada pergantian Ketua The Fed tahun depan, yang menurutnya menjadi faktor tambahan yang turut diperhatikan pasar global. Dari sisi domestik, ia menilai fundamental ekonomi Indonesia masih solid. Konsumsi rumah tangga yang kuat menjadi penopang utama, ditambah momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang dapat meningkatkan keyakinan terhadap prospek konsumsi.
Untuk perdagangan pada hari Kamis (11/12/2025), Nafan memproyeksikan IHSG akan bergerak dalam rentang support 8.666 hingga 8.600 dan resistance 8.751 hingga 8.844. Ia menilai bahwa kecenderungan IHSG tetap positif selama sentimen global dan domestik terjaga.
Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan IHSG
Berikut beberapa faktor penting yang memengaruhi pergerakan IHSG:
-
Kebijakan The Fed
Pelaku pasar sangat menantikan pengumuman kebijakan suku bunga oleh The Fed. Rilis Summary of Economic Projections dan dot plot akan menjadi acuan untuk mengetahui arah kebijakan moneter AS. Hal ini berdampak langsung pada sentimen pasar global, termasuk pasar Indonesia. -
Perubahan Kepemimpinan The Fed
Pergantian Ketua The Fed tahun depan menjadi faktor penting yang diperhatikan oleh investor. Perubahan kepemimpinan bisa mengubah arah kebijakan moneter AS, sehingga memengaruhi aliran modal ke pasar-pasar negara berkembang seperti Indonesia. -
Fundamental Ekonomi Indonesia
Nafan menilai bahwa ekonomi Indonesia memiliki fondasi yang kuat. Konsumsi rumah tangga yang stabil menjadi salah satu penopang utama. Selain itu, momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) diprediksi akan meningkatkan aktivitas ekonomi dan optimisme pasar.
Proyeksi Perdagangan Hari Ini
Nafan memberikan proyeksi untuk perdagangan hari ini, yaitu Kamis (11/12/2025). Berdasarkan analisis teknikal, IHSG diperkirakan akan bergerak dalam rentang sebagai berikut:
- Support: 8.666 – 8.600
- Resistance: 8.751 – 8.844
Ia menilai bahwa jika sentimen pasar tetap positif, maka IHSG akan cenderung menguat. Namun, jika ada tekanan dari luar, seperti volatilitas global atau perubahan kebijakan moneter, maka IHSG bisa mengalami koreksi.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, IHSG menunjukkan tren penguatan yang cukup baik. Pelaku pasar tetap optimis mengingat kondisi ekonomi domestik yang solid dan potensi kebijakan moneter yang lebih longgar dari The Fed. Namun, perlu diwaspadai berbagai faktor eksternal yang bisa memengaruhi pergerakan pasar.