
aiotrade.CO.ID – JAKARTA.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan pada hari Senin (19/1/2026) dengan kenaikan sebesar 0,64% ke level 9.133,87. Angka ini menjadi rekor penutupan tertinggi baru untuk indeks tersebut. Meskipun demikian, rupiah mengalami pelemahan yang cukup signifikan, mencapai level terburuk sepanjang masa, yaitu Rp16.955 per dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan rupiah ini disebabkan oleh meningkatnya ketegangan antara Eropa dan Amerika Serikat.
Alrich Paskalis Tambolang, Equity Research Analyst dari Phintraco Sekuritas, menjelaskan bahwa penguatan IHSG terutama didorong oleh kenaikan saham-saham perbankan besar. Hal ini terjadi menjelang musim rilis kinerja keuangan atau earning season, serta ekspektasi pembagian dividen.
“Kemungkinan besar aksi akumulasi di big banks masih menjadi penggerak utama indeks, meskipun rupiah sedang melemah,” ujar Alrich kepada aiotrade, Senin (19/1/2026).
Secara teknikal, Alrich melihat bahwa momentum penguatan IHSG masih berlanjut. Indikator MACD menunjukkan histogram positif yang melebar, didukung oleh kenaikan volume beli. Selain itu, Stochastic RSI juga bergerak menguat di area overbought.
“IHSG berpotensi menguji level 9.150 hingga 9.200 selama mampu bertahan di atas area pivot 9.100,” jelasnya. Sementara itu, area support diperkirakan berada di level 9.000.
Dari sisi eksternal, mayoritas indeks Asia ditutup melemah pada perdagangan Senin (19/1/2026). Pelemahan ini dipicu oleh ketegangan politik terkait isu Greenland dan perlambatan data ekonomi Tiongkok. Pertumbuhan ekonomi Tiongkok hanya mencatatkan angka 4,5% YoY di kuartal IV-2025, sementara penjualan ritel hanya naik 0,9% YoY pada Desember. Kondisi ini memengaruhi minat risiko pelaku pasar di kawasan tersebut.
CUAN Chart
by TradingView
Di Eropa, sentimen pasar juga negatif setelah Presiden Trump mengancam kebijakan tarif baru terhadap delapan negara anggota NATO yang menolak rencana akuisisi Greenland. Hal ini menyebabkan indeks futures Wall Street turun karena meningkatnya ketidakpastian geopolitik global.
Meski sentimen global cenderung tertekan, Alrich tetap optimis bahwa IHSG memiliki ruang kenaikan dalam jangka pendek. Ia merekomendasikan beberapa saham yang berpeluang menguat pada perdagangan Selasa (20/1/2026), antara lain:
- GGRM – saham perusahaan yang terkait dengan bisnis konsumer.
- MYOR – perusahaan yang bergerak di bidang teknologi dan digital.
- INET – saham perusahaan penyedia layanan internet.
- TAPG – perusahaan yang fokus pada sektor infrastruktur.
- CUAN – saham yang menawarkan potensi pertumbuhan di pasar modal.
Pemantauan terhadap perkembangan eksternal dan internal pasar sangat penting untuk memprediksi arah pergerakan IHSG dalam waktu dekat. Investor disarankan untuk tetap waspada dan memperhatikan berbagai faktor yang dapat memengaruhi volatilitas pasar.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar