Proyeksi Penguatan IHSG di Tengah Sentimen Positif
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan terus mengalami penguatan pada perdagangan hari Selasa (23/12/2025). Hal ini didorong oleh sentimen positif baik dari dalam maupun luar negeri. Pada perdagangan Senin (22/12/2025), IHSG ditutup dengan kenaikan sebesar 0,42% ke level 8.645,84. Sektor energi menjadi salah satu sektor yang mendukung kenaikan indeks tersebut.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menilai bahwa kenaikan IHSG mencerminkan respons pasar terhadap katalis domestik, khususnya rilis data pertumbuhan uang beredar. Menurutnya, peningkatan pertumbuhan uang beredar (M2) yang mencapai tingkat tertinggi dalam hampir tiga tahun terakhir memberikan dorongan positif bagi pasar saham.
Selain itu, sentimen global juga turut mendukung kenaikan IHSG. Lonjakan harga emas yang kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa memperkuat optimisme investor. Kenaikan harga emas ini sejalan dengan meningkatnya ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter global.
Dari sisi teknikal, Reza melihat bahwa tren IHSG masih berada dalam fase bullish. Ia memproyeksikan bahwa indeks akan terus bergerak naik dengan level resistance terdekat di 8.656 dan support penting di area 8.600. Jika IHSG mampu bertahan di atas level support tersebut, peluang penguatan lanjutan tetap terbuka.
Untuk perdagangan hari Selasa (23/12/2025), Reza memprediksi IHSG masih memiliki potensi untuk melanjutkan penguatan. Target resistance yang diharapkan adalah 8.656, sementara support berada di 8.600. Investor perlu memantau rilis data Durable Goods Orders dan GDP Growth Rate Amerika Serikat, karena data tersebut dapat memengaruhi sentimen pasar.
Reza juga merekomendasikan beberapa saham untuk trading jangka pendek, antara lain:
- ANTM: Area buy di Rp 3.140-Rp 3.180, target resistance Rp 3.270-Rp 3.350, dan stop loss di bawah Rp 3.100
- NCKL: Area buy Rp 1.040-Rp 1.060, target resistance Rp 1.100-Rp 1.130, dan stop loss di bawah Rp 1.000
- BUMI: Area buy Rp 375-Rp 385, target resistance Rp 405-Rp 422, dan stop loss di bawah Rp 368
Sementara itu, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menyebutkan bahwa optimisme pasar juga didorong oleh meredanya tekanan inflasi global. Penurunan inflasi membuat investor semakin optimis terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga The Fed pada tahun depan.
Dari sisi domestik, langkah pemerintah di akhir tahun 2025 dinilai strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Penguatan fundamental dan tata kelola, termasuk transformasi kelembagaan BUMN dan reformasi regulasi, menjadi persiapan menuju target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4% pada tahun 2026.
Dari sisi teknikal, Nafan memproyeksikan IHSG akan bergerak dengan support di 8.600 dan 8.553 serta resistance di 8.666 dan 8.706. Strategi yang dapat diterapkan oleh investor adalah melakukan akumulasi pada saham-saham pilihan dengan prospek solid, menerapkan buy on dip, merealisasikan profit bila diperlukan, serta tetap disiplin dalam manajemen risiko.