
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan Rabu (10/12/2025) di zona hijau. IHSG menguat 0,51% ke level 8.700,92 setelah sebelumnya terkoreksi pada sesi sebelumnya. Pergerakan positif ini didorong oleh berbagai faktor eksternal maupun internal yang memengaruhi pasar modal.
Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, menjelaskan bahwa beberapa data ekonomi serta aksi korporasi dari perusahaan-perusahaan emiten turut memberikan dukungan bagi kenaikan indeks. Meskipun sempat muncul kabar tentang potensi kegagalan perjanjian dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) yang ditandatangani pada Juli 2025, hal tersebut belum memberikan tekanan signifikan pada perdagangan hari ini.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Alrich menambahkan bahwa kenaikan harga beberapa saham yang sedang melakukan aksi korporasi menjadi penyangga utama pergerakan IHSG. Hal ini menunjukkan adanya optimisme dari para investor terhadap prospek perusahaan-perusahaan tersebut.
Dari sisi teknikal, Alrich mencatat bahwa histogram MACD masih berada di area positif, sementara Stochastic RSI membentuk death cross dengan peningkatan volume jual. Selain itu, IHSG juga masih bergerak di atas MA5, yang menjadi indikator penting dalam menilai tren pasar.
Berdasarkan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan akan bergerak dalam rentang 8.625–8.750 pada perdagangan Kamis (11/12/2025). Level resistance diharapkan berada di 8.750, pivot di 8.700, dan support di 8.600. Prediksi ini didasarkan pada analisis teknikal dan sentimen pasar saat ini.
Dari sisi makro domestik, penjualan ritel Indonesia tumbuh sebesar 4,3% YoY pada Oktober 2025, lebih tinggi dari pertumbuhan 3,7% YoY pada September dan melampaui estimasi 4% YoY. Pertumbuhan ini menjadi yang terbesar sejak Juli 2025 dan merupakan pertumbuhan enam bulan beruntun. Peningkatan ini didorong oleh paket stimulus pemerintah yang meningkatkan daya beli masyarakat.
Menjelang akhir tahun, konsumsi diperkirakan terus menguat seiring perayaan hari besar dan libur Nataru. Hal ini akan berdampak positif terhadap sektor ritel dan industri lainnya yang terkait dengan aktivitas masyarakat.
Di kawasan Asia, mayoritas bursa regional mengalami koreksi pada Rabu (10/12/2025). Inflasi Tiongkok tercatat naik ke 0,7% YoY pada November 2025, level tertinggi sejak Februari 2024. Sementara itu, indeks futures Wall Street bergerak relatif stagnan karena investor menunggu hasil pertemuan The Fed.
Untuk perdagangan Kamis (11/12/2025), Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham pilihan, yaitu ARTO, PTPP, SMDR, ASSA, dan MBMA. Rekomendasi ini didasarkan pada analisis fundamental dan teknikal yang dilakukan oleh tim riset perusahaan. Investor disarankan untuk memperhatikan sentimen pasar dan strategi investasi yang sesuai dengan profil risiko masing-masing.