
Pergerakan IHSG pada Senin (15/12/2025)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tipis pada perdagangan Senin, 15 Desember 2025. Penutupan indeks tercatat di level 8.649,66, turun sebesar 0,13% dibandingkan penutupan sebelumnya. Pergerakan ini menunjukkan ketidakstabilan pasar saham dalam sesi perdagangan hari itu.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Herditya Wicaksana, Head of Retail Research MNC Sekuritas, menyatakan bahwa pergerakan IHSG pada hari Senin cenderung volatil. Meskipun sempat menguat di awal sesi, indeks akhirnya ditutup dengan koreksi. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yang memengaruhi sentimen pasar.
Tekanan dari Sektor Energi dan Infrastruktur
Sektor energi dan infrastruktur menjadi sumber tekanan bagi IHSG. Aksi profit taking pada sejumlah saham konglomerasi yang sebelumnya menguat pada perdagangan Jumat berdampak pada penurunan indeks. Pelaku pasar mulai melakukan penjualan setelah mencatat keuntungan dari kenaikan harga saham sebelumnya.
Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah serta pergerakan bursa Asia yang cenderung melemah juga turut memengaruhi pergerakan IHSG. Herditya menjelaskan bahwa kondisi ini memberikan tekanan tambahan terhadap indeks pasar saham Indonesia.
Prediksi untuk Perdagangan Selasa (16/12/2025)
Dalam perdagangan Selasa, 16 Desember 2025, Herditya memperkirakan bahwa IHSG masih memiliki peluang untuk menguat secara terbatas. Namun, pergerakan indeks diperkirakan tetap dibayangi oleh kehati-hatian pelaku pasar terhadap sentimen eksternal.
Investor masih mencermati ketegangan geopolitik global serta rilis data Non-Farm Payrolls (NFP) Amerika Serikat yang akan dirilis dalam waktu dekat. Data tersebut dapat memengaruhi sentimen pasar secara keseluruhan.
Proyeksi Teknis IHSG
Secara teknikal, MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak dalam rentang support dan resistance sebagai berikut:
- Support: 8.635
- Resistance: 8.694
Kemungkinan pergerakan indeks akan terkunci dalam kisaran tersebut, tergantung pada sentimen pasar dan berita ekonomi yang muncul.
Saham-Saham yang Dapat Dicermati
Beberapa saham yang layak dicermati oleh investor pada perdagangan Selasa antara lain:
- PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO): Berada di kisaran Rp565–Rp590.
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT): Diperkirakan berada di level Rp4.000–Rp4.290.
- PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI): Di rentang Rp7.550–Rp7.825.
Saham-saham ini menawarkan potensi kenaikan dalam jangka pendek, namun investor tetap harus memantau perkembangan pasar secara berkala.