
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan mengalami penurunan pada hari Rabu (10/12/2025). Hal ini didorong oleh sentimen utama yang berkaitan dengan hasil pertemuan The Federal Reserve, yang diperkirakan akan menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin.
Pada hari Selasa (9/12/2025), IHSG ditutup turun sebesar 0,61% ke level 8.657,18. Penurunan ini dinilai sebagai aksi ambil untung setelah indeks mencapai level tertinggi baru. Selain itu, tekanan juga datang dari sebagian besar bursa Asia yang bergerak melemah menjelang pengumuman keputusan The Fed.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Alrich Paskalis Tambolang, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, menyatakan bahwa secara teknikal, IHSG membentuk pola candle bearish engulfing, yang menunjukkan potensi koreksi jangka pendek. Selain itu, indikator Stochastic RSI menunjukkan bearish divergence, sehingga IHSG diperkirakan akan melemah menuju area 8.625 hingga 8.650.
Dalam perdagangan hari Rabu (10/12/2025), Alrich memprediksi bahwa IHSG akan berada dalam rentang resistance 8.750, pivot 8.700, dan support 8.600.
Dari sisi domestik, IHSG akan dipengaruhi oleh beberapa sentimen. Salah satunya adalah kenaikan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang naik menjadi level 124 pada November 2025, meningkat dari 121,2 di bulan sebelumnya. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak Februari 2025, didukung oleh kenaikan pada seluruh subindeks utama.
Selain itu, pasar juga menantikan rilis data retail sales Oktober 2025 yang diproyeksikan tumbuh sebesar 4% secara tahunan, lebih tinggi dari 3,7% pada September.
Di sisi lain, sebagian besar bursa Asia bergerak melemah tipis hari ini karena kehati-hatian investor menjelang pengumuman keputusan The Fed yang akan diumumkan pada Kamis dini hari WIB. Sementara itu, Bank Sentral Australia (RBA) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya di level 3,6% untuk keempat kalinya berturut-turut. Ini terjadi setelah adanya pemangkasan total sebesar 75 basis poin sepanjang tahun ini.
Alrich merekomendasikan beberapa saham sebagai top picks untuk perdagangan hari Rabu (9/12/2025), yaitu BRPT, JPFA, UNVR, MYOR, dan WIFI. Rekomendasi ini didasarkan pada analisis teknikal dan fundamental perusahaan-perusahaan tersebut.