IHSG Diprediksi Melemah Akhir Pekan, Pantau JPFA, ELSA, dan SMDR

admin.aiotrade 26 Agu 2025 2 menit 22x dilihat
IHSG Diprediksi Melemah Akhir Pekan, Pantau JPFA, ELSA, dan SMDR
Featured Image

Proyeksi Pelemahan IHSG pada Akhir Pekan Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan mengalami penurunan selama perdagangan akhir pekan ini, Jumat (22/8/2025). Beberapa faktor yang memengaruhi antara lain data defisit transaksi berjalan. Meskipun demikian, IHSG masih berada dalam zona hijau dengan kenaikan sebesar 11,45% sejak awal tahun.

Pada perdagangan kemarin, Kamis (21/8/2025), IHSG ditutup melemah sebesar 0,67% ke level 7.890,72. Namun, pasar saham Indonesia tetap mencatatkan arus dana asing. Nilai beli bersih atau net buy asing di pasar saham Indonesia mencapai Rp681,55 miliar.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut Tim Riset Phintraco Sekuritas, pelemahan IHSG kemarin disebabkan oleh aksi profit taking terhadap beberapa saham dengan kapitalisasi pasar besar. Dalam analisis teknikal, meskipun tren jangka menengah dan panjang IHSG masih bullish, beberapa indikator menunjukkan potensi koreksi jangka pendek.

"Sehingga IHSG diperkirakan sideways cenderung melemah dengan pergerakan pada rentang 7.800-7.930," tulis Tim Riset Phintraco Sekuritas. IHSG juga diproyeksikan akan mencoba menguji resistance di level 7.930, pivot 7.900, serta support 7.800 pada perdagangan hari ini.

Sentimen Dalam Negeri dan Luar Negeri

Dari dalam negeri, defisit neraca transaksi berjalan Indonesia pada kuartal II/2025 mencapai US$3 miliar, meningkat dari defisit US$228 juta pada kuartal sebelumnya. Namun, data ini relatif sama dibandingkan dengan kuartal II/2024. Defisit ini menjadi yang terbesar sejak kuartal II/2024, setara dengan 0,8% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Bank Indonesia (BI) menargetkan defisit transaksi berjalan sekitar 0,5%-1,3% PDB tahun ini.

Investor juga akan memantau data jumlah uang beredar atau M2 di Indonesia per Juli 2025. Data ini diperkirakan meningkat sebesar 6,7% secara tahunan (year on year), lebih tinggi dari pertumbuhan pada Juni 2025 yang sebesar 6,5% yoy. Peningkatan ini menunjukkan aktivitas ekonomi dan likuiditas yang mulai meningkat, salah satunya didorong oleh pemangkasan BI Rate serta adanya bantuan sosial dari pemerintah.

Perhatian terhadap Pidato Jerome Powell

Di sisi luar negeri, pasar global akan menantikan pidato Ketua The Fed, Jerome Powell, pada simposium di Jackson Hole hari ini (22/8/2025). Pidato ini dinanti-nanti karena bisa memberikan petunjuk tentang kebijakan moneter AS di masa depan.

Phintraco Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang patut diperhatikan hari ini. Deretan saham yang direkomendasikan antara lain PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA), PT Elnusa Tbk. (ELSA), PT Midi Utama Indonesia Tbk. (MIDI), PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk. (CNMA), dan PT Samudera Indonesia Tbk. (SMDR).

Keterangan Penting

Berita ini tidak bertujuan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Setiap risiko yang timbul dari keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan