
Pergerakan IHSG pada Jumat, 24 Oktober 2025
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat, 24 Oktober 2025 diperkirakan masih memiliki peluang untuk melanjutkan tren penguatan. Berdasarkan data terbaru dari Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG pada perdagangan sebelumnya ditutup naik 1,49% ke level 8.274,35 setelah sempat menyentuh titik tertinggi di 8.292,89.
Nilai transaksi pasar saham mencapai Rp21,04 triliun dengan total volume perdagangan sebesar 30,78 miliar lembar saham. Dari jumlah tersebut, sebanyak 424 saham mengalami kenaikan, sementara 270 saham melemah dan 262 lainnya stagnan. Kondisi ini menunjukkan sentimen pasar yang cenderung positif menjelang akhir pekan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kapitalisasi pasar modal Indonesia pun menembus angka Rp15.219 triliun, yang menjadi tanda kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi nasional yang terus meningkat. Tim analis dari MNC Sekuritas memprediksi bahwa saat ini IHSG berada di fase akhir wave (i) dari wave [iii] dan berpotensi menguji area 8.297–8.314. Namun, ada peluang koreksi jangka pendek di area 8.236–8.259.
Untuk perdagangan hari ini, rentang pergerakan IHSG diperkirakan berada di support 8.236 dan 8.141, dengan resistance di level 8.288 hingga 8.314. Analis MNC Sekuritas menyarankan strategi buy on weakness pada beberapa saham unggulan seperti:
- PT Adhi Karya Tbk (ADHI)
- PT Summarecon Agung Tbk (SMRA)
Selain itu, untuk investor yang berani mengambil risiko, mereka merekomendasikan speculative buy pada:
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT)
- PT Elnusa Tbk (ELSA)
yang dinilai memiliki potensi kenaikan dalam jangka menengah.
Rekomendasi Saham dari Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas
Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menilai IHSG masih punya ruang untuk menguat dengan target resistance di 8.292 dan support di 8.238. Ia menjelaskan, pasar saat ini menanti rilis laporan keuangan kuartal III serta data inflasi Amerika Serikat yang bisa memengaruhi arah pergerakan indeks global dan domestik.
Saham pertama yang direkomendasikan Reza adalah:
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)
Menurutnya, BBNI sedang membentuk pola bullish reversal dengan area beli di Rp4.110–Rp4.200 per lembar. Saham ini berpotensi naik seiring stabilnya kinerja perbankan nasional.
Rekomendasi berikutnya adalah:
- PT United Tractors Tbk (UNTR)
yang tengah membentuk pola cup and handle. Reza menyarankan area beli di Rp27.000–Rp27.300 dengan target harga Rp27.700–Rp28.075 dan batas stop loss di bawah Rp26.500.
Saham sektor alat berat ini dianggap menarik karena prospek permintaan tambang yang meningkat.
Selain itu:
- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)
juga masuk daftar saham unggulan. Reza menyebut PGAS sedang berada dalam tren bullish dengan area beli di Rp1.725–Rp1.750 dan target harga di Rp1.795–Rp1.845. Jika terjadi pelemahan, batas stop loss disarankan di bawah Rp1.700 per lembar.
Pertimbangan Investor
Meskipun prospek IHSG hari ini cukup positif, investor tetap perlu berhati-hati terhadap potensi koreksi jangka pendek. Keputusan investasi sebaiknya dilakukan dengan mempertimbangkan profil risiko masing-masing. Setiap strategi investasi harus didasarkan pada analisis mendalam dan pengelolaan risiko yang baik.